Loading...

e-Paper Tabloid Sinar tani - Mereka Pejuang Pembangunan Pertanian

10:04 WIB | Tuesday, 22-August-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-Paper Tabloid Sinar tani  - Mereka Pejuang Pembangunan Pertanian

 

Saat masa penjajahan, pahlawan adalah mereka yang berjuang untuk merebut kemerdekaan. Namun di era pembangunan saat ini, pahlawan adalah mereka yang berjuang untuk mempertahankan dan mewujudkan kedaulatan negara, termasuk dalam bidang pangan.

 

Seperti juga kaum guru yang mendapat sebutan sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Petani (peternak dan pekebun), penyuluh pertanian dan mereka yang berjuang untuk pembangunan pertanian pantas dan layak juga mendapat julukan sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

 

Tanpa mereka bangsa ini bisa rentan. Sebab, ketersediaan pangan akan sangat tergantung dengan usaha petani dan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan pembangunan pertanian. Apalagi bangsa ini pernah punya sejarah kurang baik akibat persoalan pangan.

Jadi jika kemudian pemerintah memberikan penghargaan kepada pejuang-pejuang pertanian, maka sebuah apresiasi yang sangat wajar. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat Peringatan Dirgahayu Kemerdekaan RI, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian memberikan penghargaan kepada petani, penyuluh dan kelembagaan ekonomi yang berprestasi. 

Untuk tahun ini, pemerintah memberikan kepada 15 orang/lembaga petani yang berprestasi dengan masing-masing men­dapatkan hadiah Rp 20 juta. Untuk Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yakni, Koperasi Tani Margo Dadi, Gunung Kidul (Di Yogyakarta), Koperasi Tani Syariah Harapan Bersama, Lombok Barat (NTB) dan Koperasi Tani Teobromo, Sigi (Sulawesi Tengah). Adapun petani berprestasi diberikan kepada Asep Halim Jamaludin (Ciamis, Jawa Barat), Mursidin (Lombok Barat, NTB) dan Karel P. (Kota Jayapura, Papua).

Sedangkan penghargaan untuk penyuluh pertanian teladan diberikan kepada Nurul Aida (Penyuluh Pertanian Aceh Besar, Aceh), Rudi Efendi Hasibuan (THL-TBPP Serdang Bedagai, Sumatare Utara), dan Herlina (Penyuluh Pertanian Lampung Timur, Lampung).

Untuk Balai Penyuluhan Kecamatan, penghargaan diberikan kepada BPP Medan Krio (Sumatera Utara), BPP Sungai Kunyit (Mempawah, Kalimantan Barat), BPP Marioriwawo (Sopeng, Sulawesi Selatan). Sisanya adalah pemenang lomba karya ilmiah dosen STPP.

 

Memotivasi yang Lain

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berharap, pemberian penghargaan kepada pelaku pembangunan pertanian berprestasi ini bisa memberi motivasi bagi petani, penyuluh, Gapoktan, KEP, dan Balai Penyuluh Pertanian berprestasi yang lainnya. “Mereka yang mendapat penghargaan bisa memberi contoh dan memotivasi petani lainnya,” ujarnya dalam sambutan Pemberian Penghargaan.

Amran memberikan apresiasi kepada petani, pengurus Gapoktan yang telah bekerja keras untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pangan, khususnya padi, jagung, dan kedelai. Bagi petani berprestasi diharapkan terus dilakukan pembinaan dan bagi Gapoktan berprestasi didorong untuk membentuk kelembagaan petani. Kemudian nantinya ditingkatkan menjadi badan usaha milik petani (BUMP) atau dalam bentuk koperasi.

Apresiasi juga diberikan kepada penyuluh, pimpinan balai penyuluh kecamatan yang telah mendampingi petani dan Gapoktan. Mereka diharapkan untuk meningkatkan kompetensinya sehingga bisa memberi pelayanan yang baik kepada petani. Apresiasi juga diberikan para pendidik di bidang pertanian. “Melalui pendampingan para penyuluh, guru dan dosen secara terpadu diharapkan dapat mempercepat inovasi teknologi pelaku utama,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono juga memberikan penghargaan kepada teladan ini sebagai apresiasi untuk memotivasi petugas dan pelaksana pembangunan pertanian di lapangan. “Pelaksanaan kegiatan pemberian penghargaan tingkat nasional tahun 2017 dilakukan dengan seleksi ketat tiap kategorinya,” ujarnya.

Momon mengatakan, pemberian penghargaan kepada pelaku pembangunan pertanian menjadi pola dalam pembinaan berkelanjutan. Karena itu, pola pemberian penghargaan dilakukan secara berjenjang dari kabupaten/kota sapai provinsi.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron menilai pemberian penghargaan ini menjadi reward atas kerja keras, pengabdian sekaligus daya tarik bagi pelaku pertanian lainnya untuk menjadi lebih baik. Apalagi di tengah kekhawatiran masa depan pertanian karena tenaga pertanian yang kian berkurang. 

“Sepuluh tahun terakhir kita berkurang sebanyak 5 juta keluarga petani. Tadinya 31 juta menjadi 26 juta keluarga petani. Regenerasi petani ini juga menjadi keharusan karena pada masa depan kita membutuhkan tenaga pertanian yang lebih handal,” katanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162