Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - Modernisasi Budidaya Jagung

11:13 WIB | Wednesday, 20-December-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian telah mengibarkan bendera stop impor jagung. Artinya jutaan ton jagung impor yang selama ini masuk memenuhi kebutuhan, khususnya bahan baku pakan ternak tidak lagi melenggang bebas masuk Indonesia.

 

ebijakan pemerintah itu memberikan konsekuensi tersendiri. Pastinya, pro­duksi jagung di dalam negeri harus meningkat tajam guna mengisi pasar yang ditinggalkan produk impor. Hal itu mulai terlihat sejak dua tahun terakhir (2016-2017), produksi bahan pangan nomor dua setelah padi (beras) ini meluncur pesat.

 

Data Kementerian Pertanian yang dihimpun Sinar Tani menyebutkan, produksi jagung tahun 2013 sekitar 18,5 juta ton, naik menjadi 19 juta ton pada tahun 2014 dan 19,6 juta ton di tahun 2015. Namun pada tahun 2016 melonjak hingga 23,6 juta ton dan tahun 2017 menjadi 26 juta ton.

Dengan produksi sebanyak itu dipastikan kebutuhan dalam negeri bisa tercukupi dengan baik. Ada beberapa kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus pada peningkatan produksi jagung. Di antaranya, kebijakan acuan harga, sehingga petani lebih tertarik menanam jagung. Selain itu mengoptimalkan lahan perkebunan, kehutanan dan lahan suboptimal lainnya untuk pengembangan jagung. 

Untuk mempertahankan tren peningkatan produksi ja­gung, kebijakan lainnya adalah modernisasi budidaya jagung melalui mekanisasi. Bahkan ke depan modernisasi dalam budidaya jagung sudah menjadi tuntutan dan keharusan agar bisa bersaing dengan produk luar negeri. Dengan mekanisasi, usaha tani jagung akan menjadi lebih hemat biaya, tenaga kerja dan waktu.

Nah, sebagai unit pelayan teknis (UPT) Badan Litbang Pertanian, Balai Besar Pengembangan Meka­nisasi Pertanian (BBP Mektan) pun mendapat tugas menyiapkan berbagai alat mesin pertanian untuk membantu petani dalam budidaya jagung. Hingga kini setidaknya ada lima alat mesin pertanian yang direkomendasikan untuk petani.

“Dengan adanya teknologi (mekanisasi) diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pro­duk pertanian, khususnya jagung, dan dapat menarik minat pemuda terjun ke bidang pertanian,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, beberapa waktu lalu. Amran mengakui, bahwa pertanian saat ini harus didukung teknologi guna mengefektifkan proses produksi. “Kehadiran alat dan mesin juga akan menghemat waktu dan tenaga kerja manusia,” tambahnya. 

Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Perta­nian), M. Syakir mengatakan, Badan Litbang Pertanian terus berupaya menghasilkan inovasi-inovasi teknologi pertanian yang baru mengikuti perkembangan yang semakin cepat di bidang pertanian. 

“Mekanisasi tidak hanya sebatas pratanam, tanam dan panen saja. Melainkan teknologi pengolahan pasca panen pertanian juga kita pikirkan,” tuturnya. Jika penerapan alat dan mesin pertanian telah efektif dan efisien dikalangan petani, Syakir optimis permasalahan harga bahan pangan yang kerap berfluktuasi dapat teratasi. 

 

Pengembangan Alsintan

Sementara itu Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Andi Nur Alam Syah mengatakan, institusinya terus melakukan pengembangan alsintan untuk mendukung kegiatan agribisnis jagung dengan memperhatikan kebutuhan di lapangan. Saat ini yang kelihatan paling banyak diperlukan dan cukup mendesak adalah alsintan untuk mendukung kegiatan pasca panen. 

Seperti diketahui jagung ada­lah produk yang cepat terpapar aflatoksin. Karenanya upaya pengeringan pipilan jagung harus sempurna dan alatnya pun makin dituntut kepraktisannya. “Tahun depan kami sudah merancang untuk bisa melaunching prototype vertical dryer yang mudah di­aplikasikan oleh petani jagung kita,” ujarnya.

Hal lainnya yang cukup mendesak untuk pengembangan mekanisasi pada kegiatan budidaya jagung. Saat ini begitu banyak bahan organik terbuang, yang jika diolah lebih lanjut sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Seperti batang dan daun jagung jika diolah lebih lanjut menjadi silase, maka bisa disimpan lama dan dimanfaatkan menjadi hijauan pakan ternak.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162