Loading...

e-paper tabloid Sinar Tani - Panen Serentak di Awal Tahun

11:19 WIB | Tuesday, 16-January-2018 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper tabloid Sinar Tani - Panen Serentak  di Awal Tahun

 

Memasuki awal tahun 2018, sentra produksi pangan di seluruh tanah air juga mulai memasuki masa panen. Panen awal tahun ini merupakan berkah bagi petani, karena tahun-tahun sebelum tiap akhir dan awal tahun selalu dilanda paceklik.

 

Menurut Menteri Perta­nian, Andi Amran Su­laiman, panen yang ter­jadi sejak akhir hingga awal tahun ini merupakan buah dari upaya pemerintah mempercepat tanam pada September-Oktober 2017 lalu. Diperkirakan luas panen pada Desember 2017 sekitar 1.051.905 hektar (ha), Januari 2018 sebesar 916.028 ha dan Februari seluas 1.691.873 ha.

“Oktober hingga Desember hujan, jadi pada Oktober petani melakukan tanam. Hitung saja, umur padi kurang lebih 3 bulan, sehingga pada Desember akan panen, Januari juga panen, dan diprediksikan pada Februari akan ada panen raya,” tutur Amran saat silaturahim dengan pramusaji, tenaga kebersihan dan petugas taman Kementerian Pertanian, Kamis (11/1).

Trik mengubah strategi ber­tanam membuat masa paceklik kini tak lagi menghantui masya­rakat tani. Jika selama ini pada September-Nopember luas per­tanaman padi hanya sekitar 500 ribu hektar (ha)/bulan, maka kebijakan Kementerian Pertanian mulai tahun 2017 ditingkatkan menjadi 1 juta ha/bulan. 

Trik tersebut menjadikan saat menjelang tutup tahun 2017 dan awal tahun 2018, banyak wilayah yang telah melangsungkan panen. Bukan hanya di Jawa,  petani di luar Jawa juga ada yang tengah panen. 

 

Pantauan Sinar Tani

Saat wartawan Sinar Tani, Gesha Yuliani mengikuti kunjungan Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir ke Kabupaten Mala­lengka dan Sumedang (Jawa Barat), Pemalang dan Tegal (Jawa Tengah) dan DI Yogyakarta, melakukan pemantauan di sentra pangan, para petani tengah panen. 

Begitu juga ketika wartawan Sinar Tani lainnya, Indarto yang mengikuti pemantauan kondisi tanam berasama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Momon Rusmono, ke sentra padi di Jawa Tengah yakni Banjarnegara, Banyumas, Kudus, Cilacap dan ke Gunung Kidul DI Yogyakarta, petani juga sedang bersuka cita memanen hasil kerja keras mereka.

Hal yang sama ditemui saat wartawan Sinar Tani, Clara Agustin,  memantau kondisi pertanaman padi di Malang dan Blitar (Jawa Timur), petani juga sudah banyak yang panen. Sentra padi lainya di Jawa Timur yang tengah panen berada di Lamongan.

Informasi kontributor Si­nar Tani, di Jawa Barat yang juga tengah panen berada di Pangandaran, Tasikmalaya dan Cianjur. Sedangkan di Jawa Tengah berlokasi di Grobogan dan Pati. Di Yogyakarta, petani di Bantul dan Sleman juga sedang menikmati hasil panen.

Sedangkan di wilayah Banten, petani di Serang dan Padeglang kini juga  terus melaksanakan panen. Panen di Pandeglang berlangsung di Kecamatan Mandalawangi. Di Serang, panen berada di Kecamatan Cikeusal. Kecamatan tersebut memiliki sawah seluas 2097 ha. Saat ini sedang panen serempak seluas 157 ha yang tersebar di Desa Gandayasa, Panosogan, dan Harundang.

Bukan hanya di Pulau Jawa, petani padi yang sedang panen. Di luar Jawa, panen berlangsung di Pulau Dewata Bali. Di Kabupaten Gianyar dillakukan Subak Prajurit, Desa Medahan. Di Kabupaten Klungkung berada di Subak Selisihan Kangin, Desa Selisihan Kecamatan Klungkung.

Panen juga berlangsung di Kabupaten Karangasem. Panen berada di Subak Gantalan 2, Desa Bebandem, Kecamatan Bebandem. Sedangkan di Kabupaten Buleleng berada di Subak Bukit Telu, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu. Total luas panen di Bali sekitar 112 ha dari potensi siap panen seluas 307 ha.

Kepala BPTP Balitbangtan, Bali I Made Rai Yasa mengatakan, bahwa semangat petani di Bali untuk mencapai swasembada pangan tidak pernah pudar. “Petani di Bali ingin menunjukkan bahwa kita bisa berswasembada dan tidak perlu mengimpor beras,” ujarnya.

Di luar Jawa, wilayah yang juga tengah panen berada di Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Di Sumatera Utara panen berada di Kabupaten Tapanuli tengah, antara lain di Kecamatan Tukka, di Desa Hutanabolon dengan luas panen sebesar 50 ha, Kelurahan Tukka 50 ha dan Kelurahan Bonalumban sebesar 50 Ha. Di Kecamatan Sukabangun luas panen sebesar 200 ha yang berada di Desa Mumbangboru. Panen juga berlokasi di Kecamatan Sosorgadong sebesar 200 ha di Desa Rinabolak.

 

Paradigma Baru

Dengan berlangsungnya pa­nen saat masa paceklik, Amran menganggap, sebagai paradigma baru di sektor pertanian.  “Pa­radigma baru di pertanian se­karang ini adalah tiada hari tanpa tanam, tiada hari tanpa panen,” katanya usai panen di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Penegasan mengubah para­digma baru juga diungkapkan Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir. “Kita ubah paradigma paceklik ini dengan mengawal langsung di lapangan dengan maksimal. Bantuan berupa sa­protan (sarana produksi pertanian), alsintan (alat dan mesin pertanian), infrastruktur diperbaiki dan asu­ransi pertanian,” kata M. Syakir saat panen di Dusun Semanding, Desa Curung Rejo, Kec. Kepanjen, Kab. Malang, Jawa Timur, Jum’at (12/1).

Dengan perubahan paradigma ini, pada awal tahun 2018 tidak ada paceklik, tapi yang terjadi justru panen serentak hampir di seluruh daerah lumbung pangan di 17 provinsi. Misalnya, di Jawa Timur pada Januari akan panen hingga 75 ribu ha. “Jadi dapat dikatakan bulan ini Jatim surplus 3 ribu ton,” katanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162