Loading...

e-Paper Tabloid Sinar Tani - Peluang Bisnis Pasca Panen Jagung

09:54 WIB | Tuesday, 11-April-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-Paper Tabloid Sinar Tani - Peluang Bisnis  Pasca Panen Jagung

 

Produksi jagung terus menunjukkan kinerja positif, bahkan diprediksi bakal meningkat tajam. Namun yang harus diantisipasi dengan melonjaknya produksi adalah anjloknya harga.

 

Untuk membantu petani agar tak gigit jari karena harga jatuh, penyerapan jagung harus digenjot, terutama saat panen raya. Keberadaan silo dan dryer juga sangat men­desak. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian men­dorong, BUMN, khususnya Perum Bulog untuk membangun silo dan dryer untuk menjaga stok. 

 

“Kami akan menerjunkan TNI AD  untuk  mencarikan  la­han sebagai tempat lokasi pem­bangunan silo dan dryer bantuan pemerintah,” kata Direktur Jen­deral Tanaman Pangan, Sumardjo Gatot Irianto di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, silo yang layak secara ekonomi jika memiliki kapasitas tampung 1.500 ton dengan biaya investasi sekitar Rp 2 miliar. Selain daya tahannya mencapai 50 tahun, silo ini juga bisa menyimpan jagung hingga satu-dua tahun dengan kualitas terjaga karena memiliki sistem tertentu. Meski untuk membangun silo sangat besar, tapi investasi silo lebih hemat dan praktis ketimbang gudang yang memerlukan pera­watan dalam jangka 30-50 tahun.

Sementara itu Perum Bulog yang mendapat tugas pemerintah mengamankan produksi ja­gung telah berancang-ancang membangun dryer sebanyak 11 unit dengan kapasitas 24.750 ton. Sedangkan untuk silo sudah dipersiapkan di beberapa lokasi sentra produksi dengan kapasitas 125 ribu ton/bulan. 

“Namun kemungkinan belum dapat digunakan untuk menyerap produksi tahun ini,” kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh. Rencananya, ada 10 titik lokasi silo dan dryer, yakni di Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta/Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, NTB dan NTT. 

Menurutnya, anggaran pem­bangunan tersebut dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2 trilliun. Anggaran tersebut untuk pembangunan berbagai infrastruktur Bulog tahun 2017 dengan harapan tahun 2018 sudah bisa dimanfaatkan. “Untuk tahun 2017, kita kerjasama dulu dengan GPMT dan pabrik pakan,” kata Tri Wahyudi. 

 

Jemput Bola

Tak hanya kepada Perum Bulog, pemerintah juga meminta pihak swasta (industri pakan ternak) menyerap produksi jagung dalam negeri dan membuat silo juga dryer. Ketua Asosiasi Perusahaan Pakan Ternak Indonesia/GPMT, Desianto Budi Utomo mengatakan, dengan meningkatnya produksi jagung saat panen raya, tapi pada saat tertentu pasokan kurang, perusahaan pakan ternak harus meningkatkan daya serap untuk mengamankan stok.

“Pemerintah memang meminta industri pakan tidak menunggu jagung di depan pintu pabrik, tapi ‘menjemput bola’ dengan aktif membeli jagung petani. Kami juga diminta memetakan silo yang sedang dibangun dan yang sudah ada,” ujarnya. 

Dia mengakui, saat ini memang ada beberapa perusahaan hanya dapat menyimpan stok selama dua bulan di silo, sehingga dapat menimbulkan masalah. Karena itu, inti permasalahannya ada pada ketersediaan dryer dan silo. 

Namun menurut dia, peme­rintah perlu menghitung kembali jumlah silo yang harus ditambah sesuai kebutuhan dan juga loka­sinya. Contohnya, di Sulawesi Utara dan Gorontalo yang merupakan sentra jagung baru, hingga kini belum ada pabrik pakan, termasuk infrastruktur (silo dan dryer). 

“Tahun ini GPMT bersama Pemerintah akan menyiapkan masing-masing 2 paket silo dan dryer di Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan kapasitas 1.000-1.500 ton/hari,” katanya. 

Desianto mencatat, kapasitas dryer yang sudah terpasang dan dimiliki industri pakan hingga kini sebesar 1.000-1.500 ton/hari atau sekitar 1.4 juta ton/bulan. Sementara kebutuhan jagung untuk industri pakan seluruh Indonesia mencapai 6,8 juta ton/tahun. 

Data  GPMT, Charoen Pok­phand Group berencana me­nam­bah silo di Cirebon dan  di Semarang   berupa silo dan dryer. CP group juga berencana membangun mesin pengering dengan kapasitas 500 ton/hari dan silo berkapasitas 10 ribu ton/hari di Gorontalo pada 2018.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162