Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - Ternak Sehat dengan Ramuan Herbal

06:06 WIB | Tuesday, 31-October-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar Tani - Ternak Sehat dengan Ramuan Herbal 

 

Back to Nature (kembali ke alam) kini menjadi tren di dunia, bahkan menjadi sebuah gaya hidup baru bagi masyarakat. Salah satu caranya dengan mengonsumsi obat-obatan berbahan baku dari alam.

 

Ternyata tututan gaya hidup sehat dari alam bukan hanya untuk manusia, ternak pun kini dituntut sehat dengan asupan bahan pakan dari alam juga. Apalagi selama ini penggunaan antibiotik sintetis kerap menjadi campuran dalam pakan ternak. 

 

Seperti diketahui, herbal sejak zaman nenek moyang sudah dimanfaatkan secara rutin sebagai ”ramuan jamu”, baik untuk manusia maupun ternak. Tanaman obat (herbal) dapat menjadi produk jamu yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan. 

Bahkan peternak di negeri Cina sudah lama menggunakan ramuan tradisional dari bahan tanaman (herbal) sebagai feed additives. Pakar Veteriner Unggas IPB, Bambang Pontjo Priosoeryanto mengatakan, ramuan herbal yang terdiri atas bahan-bahan pilihan dapat dibuat jamu melalui proses fermentasi yang telah diuji pada ternak unggas (ras dan lokal). 

“Jamu herbal tersebut digunakan sebagai probiotik (pengganti antibiotik kimia), sehingga diperoleh produk daging dan telur ayam yang aman, bebas residu antibiotik,” ungkapnya. 

Menurutnya, ada banyak keuntungan herbal untuk unggas. Mulai dari peningkatan daya tahan tubuh dan stress, menekan tingkat kematian semasa pemeliharaan, ramah lingkungan karena mengurangi bau ammonia pada kandang dan lingkungan, hingga kotoran ayam lebih kering. “Paling utamanya bisa dihasilkan produk ayam sehat yang aman dikonsumsi karena bebas residu antibiotik maupun bahan kimia lainnya,” katanya.

 

Potensi Besar Bahan Baku

Banyak tanaman herbal yang bisa diracik untuk menjadi jamu dan dicampurkan ke dalam pakan ternak unggas maupun air minum ternak unggas. Seperti jahe, sambiloto, temulawak, kunyit, temuireng, daun dan buah mengkudu hingga lempuyang. 

Bambang mengakui, umumnya peternak ayam kampung maupun peternak ayam hias seringkali menggunakan bahan-bahan herbal tersebut untuk mengobati maupun meningkatkan performa ayam. “Sebenarnya, sudah sejak lama orang kita tahu manfaat herbal untuk unggas,” katanya. 

Misalnya lanjut dia, untuk mengobati snot, biasanya mereka meracik jahe parut, kencur dan tepung beras. Kemudian dibentuk seperti pil dan diberikan dua kali sehari pagi sore selama seminggu untuk ayam. Belum lagi untuk daun pepaya dan temu ireng yang sudah direbus bisa untuk menambah nafsu makan ayam.

Pendapat serupa juga diungkapkan pakar Ekofisiologi dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor, Nunuk M Januwati. Menurutnya, ramuan tanaman obat alami (jahe merah, sambiloto, temulawak, kunyit, temuireng dan lainnya) sebagai pakan imbuhan (feed additives). Bahkan ramuan herbal tersebut juga sudah terbukti sebagai anti koksidiosis (penyakit bercak darah).

Catatan Nunuk, angka kematian unggas akibat penyakit tersebut masih tinggi yaitu 80-90%. Apalagi saat musim penghujan seperti ini. Koksidiosis juga dapat memicu terjadinya penyakit infeksius lain karena menurunnya daya imunitas tubuh. Jenis koksidia pada ayam banyak, dan yang paling jamak ditemukan adalah Eimeria tenella, Eimeria necatrix, Eimeria maxima, dan Eimeria acervulina.

Penanggulangan penyakit ini umumnya hanya dengan pemberian preparat koksidiostat (sulfaquinoxalin) dalam pakan dan atau air minum. Sayangnya, pemakaian yang terus menerus menimbulkan resistensi dan residu pada daging dan telur, sehingga ekspor daging dan telur selalu ditolak. 

Bersama peneliti dari Balitvet (Balai Penelitian Veteriner) dan Balai Penelitian Peternakan (Balitnak), Nunuk melakukan penelitian bersama untuk menghasilkan formula jamu ternak berbasis tanaman obat yang efektif sebagai antikoksidia. “Komposisi jamu ini terdiri atas jahe merah, temulawak, temuireng, dan sambiloto,” ujar Nunuk.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162