Loading...

e-Paper Tabloid Sinar Tani - Usaha Kambing Domba Menjanjikan

05:14 WIB | Wednesday, 04-October-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-Paper Tabloid Sinar Tani - Usaha Kambing Domba Menjanjikan

 

Besarnya permintaan di masyarakat menjadikan ternak kambing domba komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan prospek bisnisnya kian menjanjikan. Seiring dengan itu, kegiatan usaha peternakan kambing domba di dalam negeri pun terus berkembang hingga ke pelosok pedesaan.

 

Bisnis kambing domba kata orang Betawi “Nggak ade matinye”. Ini bukan sekedar retorika, tetapi memang faktanya ternak kambing dan domba pasti dibutuhkan masyarakat untuk keperluan melaksanakan ak­tivitas ritual keagamaan serta memenuhi permintaan usaha kuliner yang kini terus berkembang di tanah air.

 

“Permintaan kambing domba sekarang ini bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga dari mancanegara. Demand dari Singapura dan Malaysia belakangan juga besar menyusul kian terbatasnya pasokan dari Australia,” kata Ketua Umum Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), Yudi Guntara Noor, dalam jumpa pers, di Jakarta belum lama berselang.

Usaha budidaya ternak kambing domba menurut Yudi Guntara, kini makin menarik untuk ditekuni karena permintaan pasarnya rutin terutama untuk keperluan melaksanakan akikah dan kegiatan ibadah kurban. 

Maraknya bermunculan rumah-rumah makan yang menyajikan menu masakan berbahan baku daging kam­bing/domba kian mendongkrak permintaan pasokan ternak kambing domba. “Belakangan juga banyak perusahaan UMKM yang menghasilkan produk kosmetik menggunakan ba­han baku susu kambing. Itu artinya, tak hanya daging tetapi susu kambing juga kini banyak peminatnya,” tutur Ketua Umum HPDKI.

 

Populasi Meningkat

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita mengemukakan, se­jauh ini kebutuhan akan ternak dan produk hasil peternakan kambing domba dapat dipe­nuhi keseluruhannya dari dalam negeri. Populasi ternak kambing domba juga terus meningkat dari tahun ke tahun dan posisinya sudah surplus.

Populasi ternak kambing domba di Indonesia saat ini, menurut Dirjen PKH, total mencapai lebih dari 33,5 juta ekor terdiri dari 17,8 juta ekor kambing dan sekitar 15,7 juta ekor domba. Usaha peternakan kambing domba tak hanya berkembang di Jawa tetapi juga di sebagian wilayah Sumatera. 

Tak hanya untuk tujuan produksi, kegiatan budidaya kambing domba dilakukan juga untuk penyaluran hobi seperti untuk menghasilkan ternak berkualitas yang akan diikutkan di ajang kontes ternak serta menghasilkan pro­duk non pangan untuk mendukung industri kerajinan berbahan baku kulit. 

“Yang patut dibanggakan, Indonesia kaya akan sum­berdaya genetik ternak (SDGH) kambing domba. Be­gitu banyak rumpun atau galur kambing domba yang kita miliki,” tutur I Ketut Diarmita.

Rumpun (galur) kambing dimaksud meliputi Kaligesing, Lahan, Kacang, Peranakan Etawah (PE), senduro, Sa­bu­rai, Panorusan Samosir dan Kejobang. Sementara rum­pun (galur) domba yang ada meliputi Domba Garut, Wonosobo, Batur, Kisar, Sapu­di, Palu, Compas Agrinak dan Domba Priangan.

“Semua SDGH tersebut sudah didaftarkan di FAO. Adalah tugas kita bersama untuk menjaga kelestariannya juga meningkatkan mutu genetiknya,” ujarnya.

Ia berharap dengan kondisi populasi yang sudah surplus, para peternak tak hanya mengisi sebanyak mungkin peluang pasar komoditas kam­bing domba di tingkat lokal tetapi juga pasar ekspor. “Pengembangan klaster-klas­ter usaha peternakan kam­bing domba seperti yang digalakkan organisasi HPDKI hendaknya bisa mendukung upaya menerobos pasar ekspor itu,” tegas Dirjen PKH. 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162