Loading...

Edu Coffee, Ajang Generasi Muda Belajar Kelola Bisnis Kopi

13:50 WIB | Tuesday, 14-November-2017 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Menyeduh atau membuat minuman kopi ternyata tak bisa sembarangan. Ambil kopi, masukkan ke dalam gelas atau cangkir,  lalu berikan air panas. Ternyata ada trik khusus yang harus diketahui bagi peminum atau penikmat kopi.

 

Bagaimana caranya? Eka Pramudita dari Kemenady Café memberikan cara terbaik dalam menyeduh kopi agar rasanya lebih nikmat. Untuk menyajikan kopi yang baik, menurut Eka, kopi yang telah disangrai selanjutnya digiling dengan tingkat kehalusan yang diinginkan.

 

“Untuk menyeduh gunakan temperatur air tidak lebih dari 93º C. Jika lebih dari 100º C akan keluar aroma dan cita rasa yang tidak enak. Setelah diseduh, didiamkan 3-5 menit terlebih dahulu,” tuturnya.

 

Trik menyajikan kopi yang baik tersebut disampaikan Eka saar Edu Coffee di Kantor Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (PATP), Bogor, Minggu (12/11).

 

Saat Edu Coffee, Eka juga menjelaskan, berbagai jenis kopi yang ada di pasaran saat ini. Misalnya, Liberika, Arabika dengan aroma floral yang tajam dan tingkat keasaman yang kuat, Robusta dengan aroma yang tidak terlalu kuat, terasa sangat pahit dan ada aroma khas seperti cokelat.

 

Selama praktek menyajikan kopi, Eka menggunakan kopi khas nusantara seperti kopi Aceh Gayo, kopi Flores Bajawa, kopi Bogor serta menggunakan teknologi Balitbangtan yaitu kopi Liberika Meranti, Arabika Pakuwon dan Robusta Pakuwon.

 

Sebagai salah satu jenis minuman penyegar, kopi memiliki cita rasa yang khas dengan aromanya yang disukai banyak orang. Namun banyak masyarakat yang belum mengetahui cara menyajikan kopi yang benar.

 

Karena mengapa Balitbangtan  Kementerian Pertanian melalui Balai PATP memberikan edukasi terkait kopi. Kepala Balai PATP, Retno Sri Hartati Mulyandari mengatakan, kegiatan ini menyasar generasi muda yang ingin menggeluti bisnis kopi yang belakangan ini tumbuh subur, di kota-kota besar di Indonesia. Anak-anak muda mulai melirik bisnis ini, dan tidak sedikit yang sudah meraih sukses di bisnis kopi.

 

“Balitbangtan Kementan berkewajiban mendiseminasikan inovasi yang dimilikinya kepada masyarakat, salah satunya melalui penyelenggaraan Edu Coffee ini,” kata Retno saat membuka Edu Coffee.

 

Pada acara tersebut, peserta yang jumlahnya sebanyak 50 orang, mendapatkan ilmu mengenai penanganan pascapanen dan teknik penyimpanan kopi dari  Elsera T. dan Handy S peneliti Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri). UPT Balitbang Pertanian itu telah menghasilkan inovasi hulu – hilir kopi, mulai dari budidaya hingga produk siap dikonsumsi. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162