Loading...

Efisiensi Penggunaan Air di Industri Perunggasan

08:53 WIB | Thursday, 06-October-2016 | Iptek, Teknologi | Penulis : Kontributor

Dalam kesepakatan global mengenai pembangunan berkelanjutan, mempertahankan kecukupan air merupakan salah satu kegiatan strategis yang perlu dilakukan secara global. Semua sektor kegiatan diharapkan mencari cara-cara efisiensi dan penghematan air, serta kalau bisa menambah ketersediaan air bersih. Sektor pertanian termasuk salah satu sorotan utama karena merupakan pengguna sekitar 70% pasok air tawar dunia.

 

Tingkat kecukupan atau kelangkaan air di berbagai lokasi dan kawasan dunia berbeda-beda. Namun, Bruce Keith, presiden Chartered Institution of Water and Environmental Management (CIWIM) menyatakan bahwa stres air, yakni situasi di mana suplai air tidak cukup, telah menjadi semakin meluas oleh pertumbuhan populasi manusia, meningkatnya urbanisasi, dan perubahan diet.

 

Laporan itu yang disampaikan pada pertemuan tahunan Temperton Fellowship di London Juni lalu, yang ringkasannya dimuat oleh The PoultrySite, menggambarkan bahwa pertumbuhan 2,5% konsumsi air melebihi tingkat pertumbuhan jumlah penduduk. Belum lagi tantangan global yang dihadapi berupa pola iklim yang semakin kacau yang menyebabkan kekeringan yang semakin sering dan keras serta banjir.

 

Ketersediaan air bersih (tawar) di dunia sangat terbatas. Bumi memang 70% terdiri dari air, tetapi 97,5% air itu berupa air asin. Dari seluruh air tawar yang ada, dua pertiga tersimpan berupa glacier dan timbunan es di kutub, sepertiga lainnya berupa air permukaan. Dua pertiga dari air permukaan itu berada dalam bentuk es di bawah perairan (ground ice) dan tanah beku (permafrost). Sehingga hanya sedikit sekali dari air bersih di bumi yang dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari, dan itupun cenderung berkurang.

 

Tingkat penggunaan air bersih per orang pada berbagai masyarakat memang berbeda sesuai lokasi dan kondisi lingkungannya. Di Amerika Serikat penggunaan mencapai 7,8 liter per orang per hari, sedangkan di Mozambique, Afrika hanya 4 liter. Sebanyak 15% penduduk dunia tidak memiliki akses pada air minum bersih sementara di tempat lain air yang dapat diminum bahkan masih digunakan untuk mengairi tanaman di pekarangan dan mencuci mobil.

 

Tiga Pilihan

 

Isu kelangkaan air yang meningkat yang butuh biaya miliaran dolar per tahun untuk mengatasinya telah menjadi topik pembahasan dalam setiap ruang pertemuan, tulis Keith. Semua bidang kegiatan perlu mencari dan mengadopsi cara-cara efisiensi dan penghematan penggunaan air tawar dan mengatasi kelangkaan air, termasuk di dunia pertanian.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162