Loading...

Ekspor Jagung ke Filipina Digenjot

13:44 WIB | Monday, 19-June-2017 | Nasional | Penulis : Indarto

Produksi jagung yang terus meningkat, membuat Kementerian Pertanian (Kementan) akan menggenjot ekspor jagung. Salah satunya ke Filipina.

 

Pada tahun 2016 Indonesia sudah ekspor jagung ke negara tersebut sebanyak 250 ribu ton. Tahun ini diharapkan bisa meningkat 500 ribu ton dengan nilai Rp 12-15 triliun. Selain Filipina, Indonesai juga mulai melirik ekspor jagung ke Malaysia yang potensinya mencapai 3 juta ton/tahun.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berharap iklim tahun ini berjalan dengan baik sehingga petani jagung bisa panen secara optimal. “Mimpi kita tak hanya swasembada jagung, tapi ekspor jagung. Kita sudah ketemu dengan menterinya. Khusus kerjasama ekspor jagung dengan Filipina peluangnya antara 1,2 juta hingga 4 juta ton,” kata Amran usai pertemuan dengan Duta Besar Chile, Mr. Gonzalo Mendoza dan Duta Besar Filipina, Maria Lumen B. Isleta, di Jakarta, pekan lalu.

 

Dalam pertemuan dengan dua duta besar negara sahabat tersebut Mentan juga mengungkapkan, ekspor jagung ke Filipina sudah berjalan tahun lalu dan diharapkan tahun ini akan meningkat. Ekspor jagung nantinya dengan menggunakan kapal roro melalui Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara ke Davao dan General Santos di Filipina.

 

Menurut Amran, adanya kapal roro ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Jika kapal roro sampai ke Filipina, maka pulangnya tidak kosong. Kapal bisa dipakai untuk mengangkut produk hortikultura dari Filipina seperti nanas dan durian. Adanya fasilitas kapal roro berukuran besar ini bisa dioptimalkan untuk ekspor.

 

Lantaran kerjasamanya sudah berjalan dengan baik, Pemerintah Filipina memang berharap Indonesia bisa mengimpor nanas dan durian dari negara. “Niat baik mereka akan kami pertimbangkan, karena Indonesia saat ini sudah swasembada nanas,” ujarnya.

 

Peternak Unggas

 

Di tempat terpisah, kalangan peternak unggas justru mengeluhkan pasokan jagung untuk pakan ternak. Untuk mengatasi masalah ini, Perum Bulog mengajak peternak rakyat mencari sentra jagung di dalam negeri.

 

“Kami mengajak peternak rakyat untuk mencari dan menunjukkan di mana sentra jagung. Nanti Perum Bulog akan membeli dan mengirim jagung itu ke lokasi peternak. Tugas Bulog adalah membantu peternak,” kata Dirut Perum Bulog, Djarot Kusumayakti saat audiensi mengenai pasokan jagung dengan peternak rakyat di Jakarta, (14/7).

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162