Loading...

Ekspor Pangan, Kita Bisa

11:33 WIB | Tuesday, 22-August-2017 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah menunjukkan kita bisa ekspor pangan. Tentang harga pangan kita yang lebih mahal dari produk luar ternyata tidak juga. Masih ada celah bagi produk pangan kita untuk mendapatkan harga jual ekspor yang menarik dan menguntungkan buat petani dan negara.

 

Beberapa hari yang lalu misalnya Mentan melepas ekspor bawang merah ke Thailand dari Brebes dengan harga yang jauh lebih mahal dibanding harga jual di dalam negeri.  Harga bawang merah per 17 Agustus 2017 di tingkat petani Rp 11 ribu/ kg dan Rp 15 ribu/kg di pasar, sementara harga ekspor bawang merah ke Thailand Rp 30 ribu per kg.

 

Adalah tekad dan konsistensi yang membuat Indonesia mampu ekspor pangan. Dulu, Indonesia membeli bawang merah dari Thailand. Tahun 2014 impor bawang merah dari Thailand 72 ribu ton, tahun 2015 sebanyak 17 ribu ton dan tahun 2016 tidak ada impor. Kini, dari Brebes, Jawa Tengah, kita memulai babak baru: mengekspor 5.600 ton bawang merah ke Thailand. Nilainya USD 8,5 juta atau setara Rp100 miliar yang dikirimkan bertahap. Jumat 18 Agustus, Indonesia mengirimkan 12 kontainer bawang merah.

 

Informasi dari Kementerian Pertanian, sejak bulan Januari hingga Juli 2017 Indonesia telah mengekspor bawang merah ke beberapa negara, dengan total pengiriman mencapai 657,3 ton. Tahun lalu kita juga telah mengirim sebanyak 735,7 ton. Di luar Thailand, Indonesia mengirim bawang merah ke Vietnam, Taiwan, Malaysia, Singapura, Timor Leste dan negara lainnya. Sentra bawang merah yang memasok pasar ekspor antara lain Brebes, Cirebon dan Kabupaten Bima.

 

Menteri Pertanian Andi  Amran Sulaiman juga bisa mencari pasar ekspor beras dengan harga yang manarik dibanding dengan harga di pasar dalam negeri, diantara pasar  tiga Negara di Oseania, yakni: Fiji, Vanuatu, dan Samoa. Negara-negara ini mau  impor beras dengan harga  sekitar US $1 per kilogram (sekitar 13.000). Mereka biasanya impor beras dengan harga  Rp 23 ribu atau  US $2 per kg.

 

Untuk menyuplai beras ke Negara Vanuatu dan Fiji, Menteri Amran telah membuka lahan di daerah perbatasan atau di  daerah pinggiran seperti di Kabupaten Lingga. Kementerian Pertanian hingga saat ini masih berupaya meningkatkan jumlah lahan dan produksi padi di daerah perbatasan, khususnya Merauke, Papua.

 

Dua contoh ini membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras dan konsistensi, ekspor pangan bisa dilakukan Indonesia. Pemimpin yang memberikan semangat sekaligus contoh membuat rakyat khususnya para petani bergairah, menyongsong masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. ***

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162