Loading...

Ellyna Chairani, Dokter Hewan Peraih Doktor Kopi Luwak

17:28 WIB | Monday, 18-December-2017 | Kebun, Komoditi | Penulis : Indarto

Setelah menyelesaikan desertasinya selama 6 semester, akhirnya Ellyna Chairani dapat meraih gelar doktor dalam bidang ilmu lingkungan Universitas Indonesia (UI). Desertasi berjudul Pengelolaan Kopi Luwak Berkelanjutan dapat dipertahankan dengan baik di hadapan Komisi Penguji UI, Sabtu (16/12).

 

Dalam sidang terbuka senat akademika UI, drh.Ellyna Chairani, M.A. dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu lingkungan. Anak kelima dari tujuh bersaudara ini juga dinyatakan sebagai doktor bidang ilmu lingkungan ke-13, dengan predikat kelulusan sangat memuaskan.

 

Keceriaan tampak di wajah wanita karier kelahiran Padang Sidempuan 13 Maret 1963 ini. Kerabat dan teman-teman sejawat juga tampak bergembira menyambut gelar doktor yang baru saja disandangnya. “Alhamdulillah. Terima kasih, akhirnya tercapai juga," ujar Ellyna.

 

Lulusan IPB, Fakultas Kedokteran Hewan tahun 1987 ini setelah menyelesaikan studi S-2 di University of Nagoya, Jepang memang tertarik menekuni bidang lingkungan.  “Karena itu saya melanjutkan ke program studi ilmu lingkungan di Sekolah Ilmu Lingkungan UI,” ujar Ellyna.

 

Menurut Ellyna, masalah lingkungan sangat kompleks dan beragam. Sehingga setiap bentuk kegiatan usaha haruslah bisa berkelanjutan. Karena itu, desertasinya yang berjudul Pengelolaan Kopi Luwak Berkelanjutan bisa diaplikasi oleh pemangku kepentingan.

 

Berdasarkan riset yang ia lakukan, tingkat keberlanjutan model pengelolaan kopi luwak secara liar lebih tinggi nilai keberlanjutannya dibanding dengan model pengelolaan kandang. Kendati begitu, model kandang di Bangli memiliki tingkat keberlanjutan paling tinggi diantara 6 wilayah pengelola yang diriset.

 

“Keekonomian produksi kopi luwak pada model pengelolaan luwak liar lebih menguntungkan dibanding dengan pengelolaan secara kandang atau tangkar,” katanya.

 

Untuk itu ia menyarankan kepada Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya Dinas Perkebunan di lokasi riset (Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Jawa Barat dan Kab. Bangli, Bali)  untuk meningkatkan produktivitas kopi dan kualitas kopi Arabika. Jika akan meningkatkan areal tanaman disarankan mengikuti kelas kesesuaian lahannya.Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162