Loading...

Farmers Agro Market, Memotong Rantai Pemasaran di Serambi Mekkah

12:54 WIB | Thursday, 22-December-2016 | Pangan, Komoditi | Penulis : Kontributor

Pemasaran produk pertanian menjadi permasalahan klasik tapi cukup krusial yang selalu dihadapi petani. Upaya meningkatkan produksi sepertinya sia-sia karena persoalan harga yang kurang berpihak kepada petani.

 

Belum sejalan dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani salah satunya karena lemahnya bargaining position petani dalam mata rantai pemasaran produk pertanian. Akibatnya harga produk pertanian sering mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Saat panen raya harga komoditi pertanian anjlok ke titik terendah. Sementara saat produksi berkurang, harganya akan melonjak drastis.

 

Sebenarnya kondisi seperti itu bukan hal yang aneh. Teori supply and demand dalam prinsip ekonomi memang begitu. Fluktuasi harga yang terlalu tajam sangat berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani.

 

Terjadinya fluktuasi harga produk pertanian memang sangat terkait dengan kontinuitas produksi. Pada waktu tertentu produksi berlimpah, pada lain waktu produk pertanian tertentu langka di pasaran. Kontinuitas produk pertanian ini tentu saja terkait erat dengan prilaku petani.

 

Akses Pasar

 

Selain kontinuitas produksi, fluktuasi harga juga bisa terjadi akibat petani belum memiliki akses pemasaran yang baik. Salah satunya belum memilki pasar sendiri untuk memasarkan produk pertanian, sehingga kendali harga dipegang pedagang, bahkan kerap dipermainkan spekulan.

 

Karena kendali harga masih tetap dipegang pedagang, secara otomatis posisi tawar petani menjadi lemah. Harga yang ditetapkan pedagang itulah yang kemudian mau tidak mau harus diikuti petani, meski dalam kondisi tertentu bisa saja sangat merugikan mereka.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162