Loading...

Generasi Muda Berbondong-bondong Masuk Polbangtan

16:47 WIB | Monday, 10-September-2018 | Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Julianto

siswa SMKPP sedang praktek budidaya. Peluang mereka masuk Polbangtan cukup besar.

 

 

Sektor pertanian ternyata tak sepenuhnya ditinggalkan generasi muda. Masih banyak kalangan muda berminat terjun di dunia pertanian yang selama ini terkesan ‘kotor dan bau lumpur’. Salah satu buktinya adalah generasi muda lulusan setingkat SMU yang mendaftar menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP).

 

STPP merupakan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Pertanian yang mulai 18 September mendatang bertransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Data Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), pada tahun ajaran 2018-2019 ada sebanyak 20 ribu calon mahasiswa yang mendaftar, padahal yang diterima hanya 1.300 mahasiswa.

 

“Tahun ini kami menerima mahasiwa baru yang kurikulumnya sudah disesuaikan dengan Polbangtan. Minatnya luar biasa. Dari 20 ribu yang mendaftar, sebanyak 12 ribu yang memenuhi persyaratan administrasi dan yang diterima hanya 1.300 mahasiswa,” tutur Kepala BPPSDMP, Kementerian Pertanian, Momon Rusmono di Jakarta, Senin (10/9).

 

Dari enam Polbangtan di seluruh Indonesia, yang peminatnya cukup besar menurut Momon adalah Polbangtan Bogor, Yogyakarta-Magelang, Malang dan Gowa mencapai 2.000-3.000 pendaftar.

 

Soal persyaratan calon mahasiswa, Momon menjelaskan, adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Penyuluhan Pertanian (SMKPP) dan SMU IPA. Sedangkan untuk SMU IPS, hanya untuk jurusan tertentu yakni Penyuluhan Pertanian, Penyuluhan Perkebunan dan Penyuluhan Peternakan.

 

“Untuk jurusan non IPA hanya 5% dari total mahasiswa yang diterima. Itu pun untuk program studi yang tidak terlalu teknis,” katanya. Persyaratan lain yang harus dipenuhi calon mahasiwa adalah wanita tinggi minimum 155 cm dan laki-laki 160 cm.  Namun persyaratan ini masih bisa fleksibel, karena di beberapa lokasi seperti di wilayah Manokwari sulit mendapatkan wanita dengan ukuran tinggi yang sesuai syarat tersebut.

 

Momon mengungkapkan, ada beberap jalur masuk Polbangtan. Pertama, tugas belajar bagi PNS pusat, provinsi dan kabupaten. Untuk jalur ini hanya untuk program studi penyuluhan pertanian, peternakan dan perkebunan.

 

Kedua, jalur kerjasama dengan Pemerintah Daerah. Namun calon mahasiswa yang masuk tetap harus memenuhi persyaratan, khususnya nilai akademik. Ketiga, undangan untuk siswa berprestasi di SMKPP dan anak petani berprestasi. “Untuk jalur anak petani yang berprestasi harus ada rekomendasi dari Kepala Dinas Pertanian atau yang terkait,” ujar Momon.

 

Keempat, jalur umum. Untuk jalur ini siapa saja bisa mendaftar asalkan memenuhi persyaratan. Bahkan menurut Momon, jalur ini paling banyak yang mendaftar pada tahun akademik 2018-2019 hingga mencapai 3.500 orang. “Proses seleksinya nanti melalui tiga tahapan yakni, seleksi adiministrasi, akademik (ujian) dan kesehatan,” katanya.

 

Dengan transformasi ini menurut Momon, STPP yang semula hanya memiliki tiga program studi yakni Penyuluhan pertanian, Penyuluhan Peternakan dan Penyuluhan Perkebunan, kini dengan menjadi Polbangtan akan memiliki 13 program studi. Program studi tersebut diarahkan pada ilmu pertanian terapan.

 

Program Studi Polbangtan:

 

1. Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (D4)

 

2. Penyuluhan Perkebunan Presisi (D4)

 

3. Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan (D4)

 

4. Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (D4)

 

5. Agribisnis Hortikultura (D4)

 

6. Budidaya Hortikultura (D3)

 

7. Mekanisasi Pertanian (D3)

 

8. Teknologi Benih (D4)

 

9. Teknologi Pakan Ternak (D4)

 

10. Produksi Ternak (D4)

 

11. Agribisnis Peternakan (D4)

 

12. Kesehatan Hewan (D3)

 

13. Budidaya Ternak (D3)

 

Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162