Loading...

Gerakan Tanam Cabai

12:50 WIB | Monday, 10-April-2017 | Mentan Menyapa, Editorial | Penulis : Kontributor

Gerakan tanam cabai atau Gertam Cabai merupakan solusi permanen untuk cabai, bisa bayangkan kalau 60 juta rumah tangga tanam cabai, hanya 5 batang per rumah tangga, bisa dinikmati 7 sampai 8 bulan.

 

Kementerian Pertanian bekerjasama dengan tim Penggerak PKK untuk Gertam Cabai ini. Masing-masing provinsi menyediakan 25 ribu bibit cabai beserta polybag. Nantinya tim Penggerak PKK akan menggerakkan kegiatan penanaman cabai di tingkat rumah tangga.

 

Selain membangun kerja sama dengan pihak lain, kami juga menganggarkan khusus. Dan ada 44 BPTP di seluruh Indonesia kami wajibkan pembenihan. Benih cabai, bawang, sayur, dan lainnya diberikan ke masyarakat secara gratis.

 

Jika program tersebut berjalan lancar, maka masalah harga cabai yang tinggi akan teratasi secara permanen. Selain itu bisa juga menekan biaya rumah tangga sampai triliunan rupiah jika masing-masing keluarga sanggup menanam cabai.

 

Bayangkan kalau 1 juta saja yang menanam cabai ditekan per bulan, coba kalau 60 juta berarti Rp 60 triliun tertekan biaya rumah tangga per bulan. Kalau 10 bulan Rp 600 triliun. Ini luar biasa kalau ibu-ibu PKK bergerak.

 

Saya sangat berharap program ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan di lingkungan masing-masing, baik pekarangan rumah, sekolah, kantor, gedung, dan lain-lain. Selain dapat mendorong ketahanan dan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan cabai segar, juga menjadi potensi ekonomi untuk menambah pendapatan keluarga. Kalau kita menanam cabai, menanam sayuran, akan mengurangi belanja ibu rumah tangga. Mengurangi inflasi, kemudian mengurangi kemiskinan.

 

Perlu diketahui, potensi lahan pekarangan yang ada di Indonesia mencapai 10,3 juta hektar. Bila lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal, saya optimistis dapat menyelesaikan permasalahan kenaikan harga beberapa komoditas tidak hanya cabai.

 

Misalkan 20 persen ditanam cabai dan sayur, maka selesai urusan cabai dan sayur di tangan ibu-ibu. Mari kita tingkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk menjadikan Gerakan Menanam Cabai sebagai kebutuhan atau gaya hidup. Agar pemberdayaan kesejahteraan keluarga diharapkan menjadi ujung tombak untuk melakukan pembibitan, pembudidayaan yang benar. Saya berharap kaum ibu yang berjumlah 126 juta (67 juta rumah tangga) ini dapat bergerak secara bersamaan dalam program penanaman cabai ini.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162