Loading...

Harga Gabah Mulai Turun, tapi Masih di Atas HPP

15:56 WIB | Tuesday, 23-January-2018 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Julianto

 

 

Panen yang sudah berlangsung sejak awal tahun mulai mengoreksi harga gabah di tingkat petani. Contohnya, di Kabupaten Demak, Jawa Tengah harga gabah kering panen turun hingga Rp 700/kg. Jika sebelumnya mencapai Rp 6.100/kg menjadi Rp 5.400/kg.

 

Namun demikian, harga tersebut masih jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Berdasarkan Inpres Perberasan, HPP GKP Rp 3.750/kg di tingkat penggilingan. Bahkan harga GKP di tingkat petani tersebut juga masih berada di atas HPP gabah kering giling (GKG) Rp 4.650/kg.

 

Ketua Kelompoktani Ngudi Mulyo, Desa Sari Kecamatan Gajah, Ahmad Nur Khasan mengatakan, untuk gabah yang dipanen dengan combine harvester harga GKP pada awal Januari mencapai Rp 6.100/kg dan sekarang turun menjadi Rp  5.400/kg.  Sedangkan yang dipanen tidak menggunakan combine harvester hanya Rp 5.100/kg. Penurun harga gabah tersebut karena sudah masuk musim panen raya.

 

“Pengalaman pahit tahun 2017 panen raya harga jatuh menjadi Rp 2.400 sampai Rp 2.500 per kg GKP. Jangan sampai Bulog tidak menyerap. Ini sudah panen raya,” katanya.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Wibodo juga mengakui, harga jual gabah kering panen di petani turun Rp 700/kg. Penurunan harga ini karena di Kabupaten Demak sudah memasuki panen raya padi. “Saat ini panen padi telah mencapai 510 ha,” katanya saat acara panen raya di Desa Sari, Kecamatan Gajah Kabupaten Demak, Selasa (23/1).

 

Panen padi di Kabupaten Demak, pada Januari 2018 seluas 1.739 ha setara 11.303 ton beras, Februari 35.731 ha (126.635 ton beras) dan Maret 9.500 ha (33.670 ton beras). Dengan konsumsi beras penduduk di Demak sebanyak 1,1 juta jiwa atau 9.033 ton beras/bulan, sehingga pada Januari ada surplus 2.279 ton, Februari surplus 117.602 ton  dan Maret surplus 24.637 ton beras. 

 

Secara umum di Provinsi Jawa Tengah, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Yuni Astuti, panen padi di Jawa Tengah pada Januari seluas 109 ribu ha, Februari 2018 seluas 329 ribu ha dan Maret seluas 293,6 ribu ha. Produksi Januari adalah 613 ribu ton GKG setara 370 ribu ton beras, Februari 1.92 juta ton GKG setara beras 1,16 juta ton beras dan Maret 1,73 juta ton GKG setara 1,05 juta ton beras.

 

Yuni mengakui, harga gabah di Jawa Tengah mulai turun. Dari sebelumnya Rp 6.000 kini sekitar Rp 5.300/kg.  “Bulog kami harapkan agar menyerap gabah mulai Februari dan Jawa Tengah tidak butuh beras impor,” tegasnya.Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162