Loading...

HPS 2016

09:39 WIB | Monday, 24-October-2016 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Saya mengingatkan kembali dari esensi akan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang dilakukan setiap tahunnya bahwa peringatan HPS ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya penanganan masalah pangan dan sangat diharapkan menjadi pendorong semangat bagi kita semua untuk senantiasa berupaya membangun ketahanan pangan nasional secara komprehensif dan berkelanjutan khususnya dalam penguatan kemandirian pangan di negeri kita.

 

HPS diperingati dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian penduduk dunia akan pentingnya penanganan masalah pangan baik di tingkat nasional, regional maupun global. Kalau merujuk pada tujuan HPS tersebut, maka dapat disimak sendiri apa yang semestinya dilakukan sebagai tanda dan wujud meningkatkan kesadaran akan pangan tersebut.

 

Saya sangat optimis dengan adanya dukungan sumberdaya alam yang dimiliki dan dukungan seluruh masyarakat, Insya Allah, negeri kita akan dapat mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

 

Upaya mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada kemampuan daerah dalam menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakatnya saja tetapi juga harus disertai dengan peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan yang berbasis sumberdaya lokal untuk mengurangi ketergantungan masyarakat akan impor bahan pangan.

 

HPS diperingati setiap tahunnya pada tanggal 16 Oktober, tanggal tersebut merupakan tanggal didirikannya Organisasi Pangan dan Pertanian /Food and Agriculture Organization (FAO) didirikan tanggal 16 Oktober 1945). Sejarah peringatan hari pangan sedunia berawal dari konferensi FAO ke-20, pada bulan Nopember 1976 di Roma yang menghasilkan dicetuskannya resolusi No. 179 mengenai World Food Day (Hari Pangan Sedunia). 

 

Pada konfenresi FAO tersebut (konferensi ke-20 FAO), Dr. Pal Romany (Menteri Pertanian dan Pangan Hongaria) memiliki peran penting dalam usulan ide perayaan Hari Pangan Sedunia, karena ialah yang mengusulkan ide serta gagasan perayaan Hari Pangan Sedunia. Resolusi ini kemudian disetujui oleh 147 negara anggota Food and Agriculture Organization (FAO) termasuk Indonesia, yang memutuskan bahwa mulai tahun 1981 semua negara anggota FAO akan memperingati HPS setiap tanggal 16 Oktober. Sejak tahun tersebutlah, Hari Pangan Sedunia mengadopsi berbagai tema untuk perayaan tiap tahunnya dengan tujuan menekankan pada bagian penting dari dunia pangan yang memerlukan perhatian khusus.

 

Beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia menggalakkan peringatan HPS dengan berbagai acara seperti membuat makanan nonberas. Ada gerakan untuk mengonsumsi makanan nonberas seperti sagu, umbi-umbian. Intinya pemerintah berupaya melakukan diversifikasi pangan dari beras ke nonberas. Selain diversifikasi pangan, semangat dari hari pangan itu adalah bagaimana agar pangan yang tersedia cukup bagi masyarakat.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162