Loading...

Hubungan Perceraian dengan Kualitas Anak

10:00 WIB | Tuesday, 11-October-2016 | Agri Wacana, Siraman Rohani | Penulis : Kontributor

Perceraian di beberapa daerah di Indonesia cukup memprihatinkan. Beberapa daerah di Indonesia seperti Kabupaten Indramayu, Malang, Banyuwangi dan Surabaya tercatat sebagai daerah pemuncak angka perceraian, pada beberapa tahun belakang ini. Angka total perceraian per tahun di empat daerah tersebut terus meningkat. Dalam tahun 2015 kasus gugat cerai di Indramayu tercatat 6.804 kasus dan talaknya tercatat 2.692 kasus. Di Malang tercatat 5.732 kasus dan talaknya tercatat 2.842 kasus, sedangkan di Banyuwangi tercatat 5.361 kasus dan talaknya tercatat 2.930 kasus, sedangkan di Surabaya tercatat 5.172 kasus dan talaknya tercatat 2.529 kasus. Faktor penyebab perceraian utamanya karena faktor perekonomian, pernikahan dini, tak harmonis, tak bertanggungjawab dan kasus akhlak.

 

Lonjakan perceraian ini tentu berdampak terhadap pola pengasuhan anak menjadi kurang baik. Dalam jangka panjang bila terus meningkat angka perceraian ini, tentu akan menurunkan kualitas manusia Indonesia. Kita prihatin terhadap kasus ini, karena generasi muda kita yang seharusnya merupakan aset penting bagi tanah air, akan tidak termanfaatkan secara optimal. Kondisi ini tentu berdampak meninggalkan generasi lemah di kemudian hari.

 

 Allah memperingatkan kepada kita agar jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah, sebagaimana firmanNya:

 

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (An Nissa/4 :9)

 

Anak merupakan amanah bagi orang tua. Orang tua dikatakan berhasil apabila mereka mampu menjadikan anak-anaknya menjadi anak sholeh dan sholehah. Amanah ini akan diminta pertanggungjawabannya sebagaimana firmanNya:

 

”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" [At-Tahrim : 6]

 

Kita berharap orang tua bisa memperhatikan anak-anaknya seperti halnya perhatiannya kepada kekayaan. Bahkan harus lebih dari itu, karena harta materi akan lenyap, sementara anak merupakan bagian manusia yang tidak terpisahkan. Mereka orang-orang yang akan memberi manfaat kepada orang tua ketika masih hidup dan setelah mati. (Suwandi/YMPP)

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162