Loading...

IB Serempak untuk Hasilkan 1,4 Juta Pedet

13:55 WIB | Wednesday, 16-November-2016 | Komoditi, Ternak | Penulis : Kontributor

Menteri Pertanian,Amran Sulaiman saat pencanangan IB serempak

Gerakan Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) kini memasuki tahap awal dengan dilakukannya kawin suntik (inseminasi buatan/IB) serentak. Diharapkan tahun depan, Indonesia mempunyai kawanan pedet sebanyak 1,4 juta ekor.

 

Memperbanyak anakan sapi (pedet) merupakan cita-cita dan impian besar Indonesia untuk bisa terlepas dari belenggu impor daging maupun susu pada masa mendatang. Karena itu untuk mendongkrak populasi sapi, Kementerian Pertanian melakukan gerakan sapi indukan wajib bunting (SIWAB). Salah satu kegiatannya adalah inseminasi buatan (IB).

 

Tahun ini IB dilakukan serempak pada Selasa (15/11) di seluruh provinsi se Indonesia, kecuali DKI Jakarta dan Kepulauan Riau. Setidaknya ada 11 ribu ekor sapi potong dan perah yang dilakukan IB secara serempak. "Gerakan ini akan kita lanjutkan terus menerus karena pengalaman di tahun 2015-2016 hasil IB sebanyak 1,4 juta ekor pedet yang lahir,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat mencanangkan gerakan IB serempak di Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah, Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.

 

Banyak keuntungan yang bisa dirasakan petani dengan adanya IB ini. Setiap kelahiran pedet, peternak bisa menikmati pendapatan Rp 10 juta. Kalkulasinya, senilai Rp 14 trilliun yang bakal dinikmati peternak. Dalam dua tahun diharapkan bisa mencapai Rp 60 trilliun.

 

Dengan diberlakukan IB, Kementan menargetkan produksi pedet serempak setelah mengalami masa bunting selama 9 bulan. Selama ini semen beku hasil produksi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) lebih banyak diekspor. Di luar negeri dilakukan pengembangan sapi, kemudian sapinya diekspor ke Indonesia.

 

“Kami terinspirasi dan menggratiskan (semen beku) untuk peternak sebanyak 3,8 juta dosis,” ujarnya. Tahun 2017, secara nasional telah ditetapkan sebanyak 4 juta ekor akseptor sapi dan kerbau dengan target kebuntingan ternak sebanyak 3 juta ekor.

 

Sementara itu Tim Upsus SIWAB Pusat, Maidaswar menuturkan, program SIWAB menitikberatkan kepada optimalisasi pelayanan reproduksi. Setelah sapi di-IB, dan bunting selama 9 bulan, ternak bisa beranak setiap tahun. “Sekarang ini bagaimana langkah kita untuk mengoptimalkan pelayanan reproduksinya,” katanya.

 

Pelayanan reproduksi tersebut meliputi  manajemen pemeliharaan di kandang hingga memelihara kesehatan reproduksi betina produktif, termasuk penanganan gangguan reproduksi. Gsh

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162