Loading...

Indonesia Rutin Ekspor Dedak Gandum ke Tiongkok

15:49 WIB | Monday, 16-April-2018 | Non Komoditi, Karantina | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Sebanyak 21 unit kontainer atau 488,5 ton dedak gandum diberangkatkan ke Tiongkok, Minggu (8/4). "Ekspor dedak gandum ke Tiongkok sudah rutin, hampir tiap tiga kali pengiriman per pekan," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Heri Yulianto.

 

Dedak gandum sebagai bahan baku pakan ternak telah lazim digunakan dalam industri pakan. Dedak gandum merupakan limbah penggilingan gandum menjadi tepung terigu.

 

Heri mengatakan, permintaan dedak gandum oleh negara Tiongkok sangat tinggi. Setiap hari selasa dilakukan proses pengemasan. "Selasa depan juga akan ada pengiriman dedak gandum sebanyak 10 unit kontainer atau sekitar 200 ton," lanjut Heri.

 

Petugas Karantina Cilegon melakukan pemeriksaan dedak gandum milik PT. Bungasari Flour Mills ini untuk menghindari terbawanya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), memastikan kebenaran jenis, dan volumenya. Ketidaksesuaian dalam dokumen dan fisik dapat berakibat negara tujuan menolak komoditas ini.

 

"Kami periksa apakah benar media pembawa ini sesuai dengan permohonan yang diajukan ke karantina melalui sistem Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK) online," jelasnya.

 

Untuk percepatan layanan ini telah diberikan kemudahan pelayanan melalui sistem elektronik terpusat Badan Karantina Pertanian, sehingga pengguna jasa yang telah rutin ini mudah saat dilayani serta tidak lama di pelabuhan. “Harga dedak per kilogramnya sekitar Rp 3 ribu – 4 ribu,” pungkasnya. Tia/Ira

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162