Loading...

Mau Lihat Kondisi Pertanaman? Buka Aplikasi SI MANTAP

13:52 WIB | Tuesday, 21-November-2017 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Julianto

Kepala Badan Litbang (tengah) meluncurkan aplikasi SI MANTAP

Mengetahui kondisi pertanaman menjadi sangat penting untuk melihat sejauh mana tingkat keberhasilan produksi. Nah, untuk memudahkan pengambil kebijakan, pelaku usaha dan penyuluh mengetahui kondisi tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian meluncurkan aplikasi SI MANTAP (Sistem Informasi Pemantauan Tanaman Pertanian).

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, M. Syakir mengatakan, SI MANTAN ini berbasis penginderaan jarak jauh yang menyajikan informasi secara dinamik pemantauan tanaman padi, jagung, tebu, cabai dan bawang merah. Saat ini memang masih lima komoditas tersebut yang bisa dipantau dengan SI MANTAP. Aplikasinya berbentuk peta, tabular dan grafik.

 

“Dengan aplikasi ini kita bisa memonitoring standing crop. Misalnya, kita bisa tahu kondisi pertanaman padi di suatu lokasi yang berumur 0-20 hari, lalu di lokasi itu harus segera tersedia pupuk. Begitu juga dengan komoditas lainnya,” kata Syakir saat soft launching aplikasi SI MANTAP di gedung Agro Sinema, Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (SDLP), Balitbangtan, Bogor, Selasa (21/11).

 

Menurut Syakir, berdasarkan standing crop yang terdapat dalam SI MANTAP tersebut, dapat diketahui kondisi pertumbuhan pertanaman. Apalagi fase pertumbuhan sangat penting dalam pengelolaan tanaman lebih lanjut, seperti pemberian pupuk. “Dengan standing crop, kita juga bisa tahu kondisi kekeringan dan bisa dimanfaatkan pihak asuransi pertanian untuk mengetahui seberapa besar nilai klime asuransi,” ujarnya.

 

Sementara itu Kepala Balai Besar SDLP, Dedi Nursyamsi mengatakan, SI MANTAP merupakan salah satu produk sistem informasi yang dapat bermanfaat untuk berbagai stakeholder, terutama para pengambilan kebijakan dan perencanaan termasuk juga penyuluhan pertanian.

 

Dari standing crop yang ada dalam aplikasi SI MANTAP, pengambil kebijakan dapat mengantisipasi ketersediaan air, pengelolaan pupuk dan pestisida. Selain itu juga kondisi kekeringan, baik tempat dan tingkat kekeringan, sehingga bermanfaat untuk pengambilan kebijakan dan praktisi asuransi pertanian. “Dengan data itu bisa untuk menentukan apakah mendapatkan asuransi atau tidak?” ujarnya.

 

Jika nanti informasi standing crop di SI MANTAP digabungkan dengan informasi kondisi perubahan iklim (climate change), Dedi  mengatakan, akan bisa mengurangi kegagalan panen akibat kekeringan dan banjir. “Jadi nantinya seluruh teknologi dan perencanaan pembangunan harus mempertimbangkan informasi dari SI MANTAN dan climate change,” ujarnya. Aplikasi SI MANTAP merupakan hasil kerjasama dengan LAPAN, BPPT, IPB, JAXA (Jepang), CSA (Kanada) dan NASA (AS).Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162