Loading...

Ini Inovasi BB Pascapanen Untuk Pertahankan Kesegaran Sayuran

12:30 WIB | Monday, 14-May-2018 | Teknologi, Inovasi Teknologi | Penulis : Gesha

Dibandingkan komoditas pertanian lain, sayuran memiliki umur simpan yang sangat pendek. Apalagi jika disimpan pada kondisi yang kurang tepat, justru semakin mempercepat proses kerusakannya. Tapi tak perlu khawatir karena Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) punya inovasi jitu untuk bisa mempertahankan kesegaran sayuran.

 

Mengkonsumsi sayuran bagi manusia sangatlah baik bagi pencernaan di samping itu, banyak sekali zat dan mineral terkandung dalam sayuran yang berguna bagi perkembangan manusia. 

 

Salah satu jenis sayuran yang  memiliki nutrisi dan vitamin yang bagus bagi kesehatan yaitu Brokoli. Selain kaya akan nutrisi, brokoli juga mampu mencegah timbulnya penyakit-penyakit degeneratif, seperti kanker, stroke, dan penuaan dini. Umumnya bagian brokoli yang dikonsumsi adalah bagian daun bunganya yang berwarna hijau dalam bentuk jus dan salad, atau dengan direbus/dikukus/ditumis setengah matang. Hal ini dilakukan agar nutrisinya tidak hilang selama proses pemasakan.

 

Sayangnya brokoli merupakan sayuran yang sangat mudah rusak, hanya dalam 12 hingga 24 jam saja apabila penanganannya tidak bagus, warna brokoli akan berubah menjadi kekuningan dan terkadang disertai timbulnya kebusukan dan menimbulkan aroma yang kurang sedap.

 

Sayuran lain yang juga banyak disukai konsumen adalah selada yang harus dikonsumsi dalam kondisi masih crunchy saat digigit.  Selada umumnya dikonsumsi segar tidak dimasak untuk bahan salad atau campuran sandwich sehingga penyajiannya haruis benar-benar diperhatikan agar tidak merusak citarasa makanan yang dihasilkan.

 

Melihat tingkat konsumsi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya sayuran, proses pascapanen yang bisa mempertahankan kesegaran sayuran sampai ke tangan konsumen sudah seharusnya bisa dilakukan. Karena itu,  Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian melalui kegiatan penelitiannya pada tahun 2017 ini mulai memperkenalkan teknologi penanganan segar sayuran untuk brokoli yang dapat bertahan hingga 1 minggu penyimpanan dan selada yang mampu bertahan hingga 2 minggu yaitu menggunakan teknologi Modified Atmosphere Storage (MAS).

 

Ketua tim pengembangan teknologi MAS dari BB Pascapanen, Dondy mengatakan untuk memperpanjang kesegaran sayuran, kondisi ruang penyimpanan harus diatur pada suhu dan kelembaban optimal.  "Penyimpanan pada suhu dingin harus diimbangi dengan kelembaban tinggi agar air permukaan yang ada pada sayuran daun tidak menguap dan menyebabkan sayuran menjadi layu dan kering," jelasnya.

 

Anggota tim lainnya, Setyadjit menjelaskan bahwa pengaturan suhu rendah dan kelembaban tinggi dapat menekan kecepatan reaksi katabolisme sayuran hijau tersebut, sehingga selain kesegarannya, kandungan klorofilnya juga masih relatif utuh, sehingga klorofil sebagai vitamin alam dapat memenuhi harapan konsumen sayuran. 

 

"Sayuran hijau sesudah panen selalu melewati reaksi katabolisme yakni reaksi degradasi nutrisi dalam sayuran menjadi terpecah menjadi komponen yang lebih kecil yang disebut senescent dengan gejala warna kuning yang disertai bau tidak sedap akibat degradasi protein yang mengandung sulfur pada sayuran," ungkap Setiadjit.

 

Adapun prinsip kerja Modified Atmosphere Storage adalah triple actionPertama suhu rendah akan menurunkan kecepatan reaksi biokimia dalam sayuran sesuai prinsip Q10. Kedua akan terjadi peningkatan jumlah karbon dioksida dan pengurangan jumlah oksigen dalam sayuran. Karbon dioksida tinggi serta oksigen rendah ikut menurunkan kecepatan reaksi biokimia. Ketiga adalah pengaturan kelembaban di atas 95 persen akan mempertahankan keseimbangan untuk sayuran tidak kehilangan air akibat transpirasi.

 

Setyadjit menambahkan hingga saat ini, teknologi MAS ini sedang coba disosialisasikan terutama bagi pedagang sayur di pasar induk atau pasar lainnya.  Diharapkan dengan adanya teknologi ini, kehilangan hasil (losses) pada sayuran dapat ditekan sehingga dapat meningkatkan keuntungan petani ataupun pedagang.  "Selain itu konsumen juga diuntungkan dengan kualitas sayuran yang lebih baik, tanpa harus kehilangan kandungan gizi dan nutrisinya," tutup Setyadjit. (gsh/bbpascapanen)

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162