Loading...

Inilah Lima Inovasi Layanan On Line Karantina Pertanian

13:54 WIB | Friday, 29-September-2017 | Karantina, Non Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Badan Karantina Pertanian (Barantan) meluncurkan lima aplikasi inovasi layanan publik.  Apa sih layanan yang bertujuan meningkatkan kecepatan pelayanan kepada konsumen? Berikut ini aplikasinya:

 

Pertama, Aplikasi Permohonan Instalasi Karantina Hewan (APIKH) adalah layanan permohonan pengajuan penetapan Instalasi Karantina Hewan (IKH) yang berbasis web. Semula pengajuan IKH dilakukan manual dan memakan waktu 2 bulan. Dengan model layanan interaktif, APIKH bisa memangkas waktu pengurusan hingga maksimal 8 hari kerja.

 

Sistem ini memfasilitasi penggunanya untuk memantau proses pengajuan dan mencetak SK Penetapan IKH secara mandiri. Aplikasi ini juga diharapkan dapat menghapus metode tatap muka, sehingga dapat menghilangkan potensi korupsi dan gratifikasi.

 

Kedua, e-Revisi adalah penyampaian dan penyelesaian usulan revisi anggaran kepada Sekretariat Badan Karantina Pertanian dari unit kerja di seluruh Indonesia melalui dokumen elektronik.  Revisi anggaran terkait dengan dinamika kegiatan. Jika dahulu untuk revisi memerlukan waktu yang lama kini dapat menjadi lebih singkat dan mudah. 

 

Dengan demikian aplikasi e-revisi selain meningkatkan efisiensi juga meningkatkan akuntabilitas keuangan negara. Aplikasi ini merupakan kepanjangan proses dari aplikasi e-Revisi dari Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

 

Ketiga, SiCermat adalah layanan tindakan karantina yang di inovasi oleh unit pelaksana teknis Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo, yang mengusung tema online dalam layanannya. Sebelumnya, pengguna jasa harus datang langsung ke kantor karantina untuk mengajukan permohonan tindak karantina.

 

Melalui SiCermat, pelapor tidak hanya bisa menyampaikan persyaratan dokumen secara online, pengguna jiga bisa memantau proses dan melihat berapa biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus dibayarkan. Inovasi ini diyakini dapat mengurangi biaya operasional penggunaan dokumen layanan pada pengguna jasa.

 

Keempat, Pelayanan Karantina Bergerak (Mobile Quarantine Service/MQS) adalah layanan karantina jemput bola. Layanan ini dilakukan dipelabuhan, agar proses pemeriksaan dan sertifikasi bisa dilakukan ditempat, tanpa harus datang ke kantor karantina. Selain mengefisienkan proses pelaporan, layanan ini juga bertujuan untuk menyingkat waktu dan biaya yang harus ditanggung masyarakat.

 

Kelima, PAPERLESS  EKSPOR, adalah layanan ekspor terintegrasi dengan konsep website tanpa tatap muka. Pengajuan permohonan hingga penerbitan sertifikatnya dilakukan secara elektronik. Dengan aplikasi ini diharapkan, mampu menekan biaya dan mengefektifkan waktu. Cla

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162