Loading...

Integrasi Lebah-Tanaman Hortikultura

10:35 WIB | Tuesday, 27-September-2016 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Salah satu sistem usaha tani yang dapat mendukung pembangunan pertanian di wilayah pedesaan adalah sistem integrasi tanaman dan ternak. Ciri utama dari pengintegrasian tanaman dan ternak adalah terdapatnya keterkaitan yang saling menguntungkan antara tanaman dengan ternak. Misalkan Tanaman dengan ternak sapi.

 

Sistem integrasi tanaman dan ternak ini merupakan sistem usahatani yang efektif untuk memperbaiki kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan dan memelihara keberlanjutan lingkungan. Salah satu yang sangat berpotensi adalah lebah madu.

 

Lebah madu dipilih karena sampai saat ini peternakan lebah madu masih belum optimal di Indonesia sedangkan kebutuhan akan produk hasil dari lebah madu sangat menjanjikan utamanya madu, royal jelly, bee pollen, lilin dan propolis. Seperti yang telah diketahui, harga dari produk-produk hasil dari lebah madu sangat menjanjikan jika digunakan sebagai peluang usaha.

 

Lebah selain sebagai penghasil madu, royal jelly, propolis, lilin, polen, lebah juga membantu penyerbukan tanaman (polinasi). Semua tanaman berbunga ini merupakan sumber pakan lebah, karena ia menghasilkan nektar dan polen. Jenis tanaman penghasil nektar antara lain tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, rumput dan tentu hortikultura (buah, bunga dan sayuran). Ini peluang, karena Negara kita merupakan daerah tropis yang ditumbuhi oleh beribu-ribu tanaman berbunga yang potensial menghasilkan nektar.

 

Perlu diketahui, polinasi menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam sistem budidaya hortikultura untuk  mempertahankan kelangsungan hidupnya. Lebah ini sebagai salah satu polinatornya. Terutama untuk tanaman yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri. Lebah ini membantu proses penyerbukan silang sehingga produktivitas tanaman budidaya meningkat. Potensi  ini dapat dimanfaatkan dengan meletakkan koloni lebah pada areal budidaya tanaman hortikultura yang daya serbuknya rendah.

 

Jenis tanaman penghasil nektar yang dikumpulkan lebah sangat mempengaruhi bau, rasa dan warna madu. Makanya di pasaran kita mengenal madu kelengkeng, madu rambutan, madu apel dan sebagainya. Penamaan ini jelas tergantung asal nektar tanaman yang dominan dikumpulkan lebah. Koloni lebah yang diletakkan di lokasi pertanaman rambutan akan menghasilkan madu rambutan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162