Loading...

Integrasi Sawit-Sapi, Minat Swasta Masih Minim

09:58 WIB | Thursday, 17-November-2016 | Komoditi, Ternak | Penulis : Kontributor

Kegiatan integrasi sawit-sapi ternyata belum menunjukkan perkembangan cukup baik. Banyak pihak swasta yang bergerak di perkebunan sawit masih menimbang untung ruginya. Sosialisasi dan pendekatan penuh dari pemerintah masih perlu dilakukan sehingga pihak swasta tertarik ikut serta.

 

Data Kementerian Pertanian, hingga kini baru ada lima perusahaan yang melakukan integrasi sawit-sapi. Dengan kata lain, program ini masih sepi peminat. Banyak alasan yang diungkapkan perusahaan sawit kala menimbang untung rugi program ini.

 

Mulai dari kekhawatiran ternak merusak tanaman sawit muda, keberadaan ternak yang dapat memadatkan tanah, sehingga mengganggu kesuburan tanah sampai kekhawatiran ternak membawa parasit yang dapat merugikan tanaman sawit.

 

Direktur Utama PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VI, Iskandar Sulaiman menuturkan, pengembangan integrasi sawit-sapi ini masih bisa dilakukan dan disosialisasikan pendekatan penuh pihak pemerintah kepada swasta. “Memang akan sulit dilakukan dengan cara pendekatan business to business,” katanya.

 

Karena itu pemerintah perlu merancang kelembagaan yang kolaboratif. Perlu adanya kelembagaan yang mengikat kerjasama antara perusahaan perkebunan sawit dengan kelompok petani-ternak. Salah satunya dengan melibatkan pemerintah daerah.

 

Model Inti Plasma

 

Integrasi usaha sapi sawit dapat dilakukan kemitraan perusahaan perkebunan, karyawan, masyarakat dan peternak di sekitar perkebunan kelapa sawit. Pola kemitraan ini meliputi inti-plasma, bagi hasil dan bentuk lainnya yang dilakukan berdasarkan perjanjian saling memerlukan, memperkuat, menguntungkan dan berkeadilan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162