Loading...

Itjen Motor Penggerak SPIP

09:15 WIB | Tuesday, 07-June-2016 | Liputan Khusus | Penulis : Julianto

Pemerintahan yang bersih bebas korupsi, kolusi dan nepotisme kini sudah menjadi tuntutan dalam penyelenggaraan negara. Dengan adanya tuntutan yang makin besar tersebut, harus ada pendewasaan dalam sistem pengendalian di pemerintahan.

 

Hal itu berlaku juga di Kementerian Pertanian. Bahkan Inspektorat Jenderal harus menjadi motor penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP). Menurut Irjen Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan, Sistem Pengendalian Intern merupakan suatu proses yang integral pada tindakan (manajerial) dan kegiatan (pengawasan intern) yang dilakukan secara terus menerus oleh inspektur  I dan seluruh auditor.

 

“Kita harapkan dengan SPIP dapat memberikan keyakinan yang memadai terhadap tercapainya tujuan atau misi Inspektorat dalam rangka mencapai Visi dan Misi Kementerian Pertanian,” katanya saat acara Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal lingkup Kementerian Pertanian di Semarang, beberapa waktu lalu.

 

Setidaknya ada tiga Misi Itjen. Pertama, melaksanakan pengawasan intern terhadap akuntabilitas program pembangunan pertanian dalam rangka kedaulatan pangan. Kedua, mewujudkan penerapan Sistem Pengendalian Intern lingkup Kementerian Pertanian secara efektif. Ketiga, meningkatkan kapabilitas pengawasan intern Inspektorat Jenderal.

 

Proses Interaksi

 

Justan berpendapat, Itjen Kementerian Pertanian harus menjadi motor dalam penyelenggaraan SPIP. SPIP adalah sebagai proses interaksi integratif antar unsur pembentuknya yakni, lingkungan pengendalian, analisis resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta  pemantauan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162