Loading...

Jarwo Super akan Diperkenalkan saat HPS

16:03 WIB | Wednesday, 20-July-2016 | Iptek, Teknologi | Penulis : Clara Agustin

Jajar Legowo Super (Jarwo Super) masih menjadi teknologi tanam padi terkini yang diusung Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian. Bahkan saat Hari Pangan se Dunia (HPS) yang akan berlangsung di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Oktober mendatang akan diperkenalkan teknologi tersebut.

 

Di lokasi HPS tersebut saat ini tengah dipersiapkan lokasi pertanaman padi teknologi Jarwo Super seluas 100 ha. Diharapkan pada gelaran akbar tersebut, Presiden RI Joko Widodo akan melangsungkan panen perdana padi Jarwo Super.

 

“Nanti tanggal 28-30 Oktober 2016 Indonesia akan mengadakan perhelatan akbar Hari Pangan Sedunia Ke-36 di Boyolali. Tepat saat itu, kita rencananya akan panen perdana padi Jarwo Super dengan Presiden RI di Boyolali, sehingga akan memicu petani untuk dapat menanam padi dengan jarwo super,” kata Kepala Badan Litbang Pertanian, M. Syakir saat acara tanam perdana padi di area Jarwo Super di Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (19/7).

 

Mengapa teknologi Jarwo Super begitu direkomendasikan Badan Litbang Pertanian? Syakir menjelaskan, menanam padi dengan Jarwo Super memiliki beberapa keuntungan yakni meningkatkan produktivitas hingga 50% dibandingkan dengan rata-rata nasional. Kelebihan lainnya adalah menghemat biaya, mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 40%, mengurangi penggunaan pestisida kimia.

 

“Banyak sekali keuntungan yang didapat dari Jarwo Super ini. Produksi meningkat menjadi 12 ton per ha (Gabah Kering Panen), hemat. Yang paling utama adalah ramah lingkungan karena ada pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” tuturnya.

 

Varietas yang direkomendasikan untuk Jarwo Super adalah Inpari 30, Inpari 32, dan Inpari 33. Namun menurut Syakir, dapat juga menggunakan varietas unggul lainnya yang sesuai dengan spesifik lokasi dengan catatan areal sawah irigasi. “Areal tadah hujan juga bisa. Yang jelas pengairannya sesuai,” tambahnya.

 

Selama tahun ini, bukan hanya Jawa Tengah (Boyolali) yang menanam padi dengan teknologi Jarwo Super. “Untuk tahun ini ada 12 provinsi yang melakukan uji coba menanam padi menggunakan Jarwo Super. Masing-masing 20 ha, kecuali Boyolali 100 ha karena terkait dengan perhelatan HPS Ke-36 nanti,” kata Syakir.

 

Untuk memberi semangat petani agar mau menanam dengan Jarwo Super, Badan Litbang Pertanian memberikan bantuan benih varietas padi unggul secara gratis bagi petani, terutama untuk kegiatan percobaan tanam Jarwo Super di 12 provinsi. Selama uji coba akan ada pengawasan langsung dari penyuluh pertanian, Balai Pelepasan Benih Unggul, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) agar kegiatan Jajar Legowo ini dapat berjalan dengan baik. Cla

 

 

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162