Loading...

Jarwo Super, Untung Petani pun Jadi Super

14:33 WIB | Wednesday, 13-September-2017 | Komoditi, Pangan | Penulis : Kontributor

Teknologi budidaya Jajar Legowo (Jarwo) Super membuat keuntungan petani juga jadi super. Salah satu contohnya petani di Batang, Jawa Tengah.

 

Jika sebelumnya petani yang menggunakan cara konvensional dengan sistem tegel hanya mendapatkan keuntungan Rp 6 juta/ha, maka dengan sistem Jarwo Super mencapai Rp 21 juta/ha. Tiga kali lipat. Keuntungan yang menggiurkan bagi petani.

 

Demikian diungkapkan Kepala BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Litbang Pertanian Jateng, Dr. Ir. Harwanto saat temu lapang Demfarm Jarwo Super di Desa Kasepuhan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

 

Keuntungan petani tersebut menurut Harwanto, didapat karena sistem Jarwo Super, produktivitas tanaman lebih tinggi. Dari keragaan Demfarm, tanaman padi varietas Inpari 33 matang merata dengan malai yang menggantung bernas. Hal itu menandakan produksi yang dicapai akan tinggi. Hasil ubinan, rata-rata produktivitas mencapai 9,84 ton/ha.

 

Kegiatan demfarm seluas 10 ha, yang berada di tengah hamparan sawah seluas 700 ha tersebut dilaksanakan 18 petani dengan bimbingan dan pendampingan Tim BPTP Jateng, yang terdiri dari penyuluh dan peneliti. Bimbingan mulai dari sosialisasi kegiatan agar petani paham dan menerima inovasi teknologi yang ditawarkan BPTP.

 

Pendampingan juga saat aplikasi teknologi, saat ada masalah di lahan, sampai panen dan paska panen. “Pendampingan memang memerlukan ketekunan, kesabaran dan kegigihan petugas, karena aplikasi teknologi yang harus tertib dan akurat, serta memperkenalkan penggunaan mesin-mesin pertanian,” tutur Harwanto.

 

Harwanto mengatakan, sampai Agustus 2017 ini BPTP Jateng telah melaksanakan Demfarm Jarwo Super seluas 1.030 ha yang tersebar di 8 kabupaten se Jawa Tengah.

 

Teknologi budidaya Jarwo Super ini menggunakan bibit padi VUB Inpari 33 yang berpotensi hasil 9,8 ton/ha dan umur 107 hari. Perlakuan benih padi dengan menggunakan agrimeth, penggunaan bio dekomposer agrodeco untuk percepatan pelapukan jerami, penambahan pupuk organik 2 ton/ha.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162