Loading...

Kalteng Tawarkan Kawasan Ternak Sapi dan Food Estate kepada Investor

17:58 WIB | Monday, 13-November-2017 | Nasional | Penulis : Ahmad Soim

 

 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sedang menyiapkan perijinan lahan yang dialokasikan untuk pengembangan kawasan ternak sapi dan food estate. Rencananya ada 50 ribu ha kawasan ternak sapi integrasi jagung dan sawah, juga ada 100 ribu ha lahan jagung dan 300 ribu ha lahan sawah padi organik.

 

 

 

Peta lahan yang disusun Kementan yang sudah diverifikasi lapangan, terdapat lahan seluas 390.442 ha di Kalimantan Tengah sesuai untuk pengembangan sawah padi organik.  Sebagian merupakan lahan sawah irigasi, sebagian merupakan sawah rawa lebak dan sawah pasang surut. Semuanya berada di Kabupaten Kapuas, Palangkaraya dan Pulang Pisau.

 

Keberadaan lahan untuk food estate di Kalteng tersebut sudah dipetakan, namun masih perlu disinkronkan tentang kondisi lapangan, agar lahan itu bukan lahan sengketa atau hutan lindung.

 

“Kalau lahannya sudah clear perijinan akan ada penawaran kepada investor,” kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Pending Dadih Permana dalam rapat koordinasi pemetakan lahan dan pembentukan tim pengembangan food estate di Kalteng yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng Ir. Sutrisno.

 

Juga hadir dalam rapat ini antara lain Kepala Dinas Kehutanan Kalteng dan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng. Rapat ini menindaklanjuti Rapat Koordinasi Membangun Kawasan Padi Organik 300 ribu di Kalteng yang dipimpin Mentan Amran Sulaiman (13/11),tadi pagi.

 

Pending Dadih Permana menambahkan  lahan kawasan peternakan sapi  seluas 50 ribu ha itu dibangun dengan pola  investasi. Tidak mungkin APBN kita membiayai ini semua. “ Yang penting lahan ini clear.  Nanti kita pasarkan, syaratnya investornya punya duit,” tambahnya.

 

Investasi yang dimaksud lanjut Dadih Permana   adalah investor   masuk mengembangkan kawasan tertentu kemudian dia  juga mengurusi pertanian rakyat. Dia membina sehingga produksi peternakan rakyat standar seperti yang dihasilkan  perusahaan.

 

Pola investasi ini juga dimungkinkan untuk pengembangan kawasan padi organik dan jagung di Kalteng. Pengembangan kawasan padi organik di Kalteng ditujukan untuk pasar ekspor dan pengebangannya dilakukan secara bertahap.

 

Sedangkan pengembangan kawasan jagung 100 ribu ha di Kalteng diharapkan bisa terwujud pada tahun 2018. Som   

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162