Loading...

Kapusluh Pertanian : Penyuluh dan Peneliti Sejalan di BPP Kecamatan

15:23 WIB | Saturday, 09-June-2018 | Suara Tani | Penulis : Kontributor

Kepala Pusat Penyuluhan, Siti Munifah harapkan Penyuluh dan Peneliti bisa sejalan di BPP

Percepatan pembangunan pertanian bisa dimulai di tingkat kecamatan dengan didampingi dan dikawal penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Karena itu, sudah sewajarnya penyuluh dan peneliti sejalan dalam adaptasi teknologi sejak di Kecamatan.

 

Peran Penyuluh Pertanian sangat penting dan strategis dalam mengawal program pembangunan pertanian khususnya dalam menggerakkan pelaku (petani). Karenanya, penyuluh harus mampu dan berperan aktif sebagai komunikator, fasilitator, advisor, motivator, edukator, organisator dan dinamisator dalam mendampingi dan mengawal petani. 

 

Di skup terkecil yaitu kecamatan, pendampingan dan pengawalan tidak terlepas dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang menjadi tempat pertemuan bagi para penyuluh pertanian, petani dan pelaku usahatani. Karena itu, BPP harus mampu mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan pembangunan pertanian di Wilayah Kecamatan dengan pemangku kepentingan lainnya.

 

Untuk mewujudkan keselarasan kegiatan pembangunan di tingkat kecamatan, aspek teknologi dan penyuluhan pertanian harus bisa sejalan dilakukan di BPP. "Peran penyuluh pertanian menjadi sangat penting pada saat proses transfer teknologi hasil penelitian BPTP untuk mempercepat pembangunan pertanian di kecamatan" ungkap Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Siti Munifah pada saat kunjungan kerja ke BPTP Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (7/6).

 

Karenanya, Kapusluh Siti Munifah mengajak serta peneliti di BPTP daerah untuk bersama-sama dengan penyuluh di BPP untuk mulai mengadaptasi teknologi di Kecamatan untuk melaksanakan program pembangunan pertanian di lapangan dengan tujuan agar swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan, diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor tercapai.

 

Bentuk sinergi tersebut kini ada dalam bentuk Adaptasi Paket Tekonologi Spesifik Lokalita dan dilakukan di 340 BPP dengan meliputi Kursus tani di lokasi Sekolah Lapang (SL), mengamati dan mencatat perkembangan pelaksanaan SL, melaksanakan Farmers Field Day (FFD) di lokasi SL dan melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan SL.

 

"Sinergi ini diharapkan juga bisa segera dilakukan juga oleh 25 BPTP penerima manfaat dengan proses diseminasi ke BPP melalui rembug tani, bahan pembelajaran Sekolah Lapangan (SL), kursus tani, pendampingan dan pengawalan, dan Farmers Field Day (FFD).," beber Munifah.

 

Paket teknologi yang diberikan pun disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan sehingga bisa mendorong peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan. 

 

“Penerapan paket teknologi yang telah direkomendasikan dapat digunakan sesuai kebutuhan di wilayah kerja penyuluh pertanian masing-masing, agar teknologi yang telah dihasilkan dapat terus ditingkatkan kualitasnya. Melalui kegiatan adaptasi teknologi maka semakin mempercepat proses diseminasi teknologi pertanian yang tepat guna dan tepat sasaran khususnya bagi petani setempat, “pungkas Siti Munifah. 

 

 

 

 

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162