Loading...

Karantina Pertanian Luncurkan Lima Aplikasi Layanan Online

13:48 WIB | Friday, 29-September-2017 | Karantina, Non Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Seiringnya perkembangan teknologi, segala sesuatu menjadi lebih mudah. Kecepatan, efektivitas, responsif, mudah, aman dan transaparan merupakan tuntutan masyarakat yang harus dapat diimplementasikan.

 

Untuk mewujudkan tuntutan masyarakat tersebut, Badan Karantina Pertanian (Barantan) meluncurkan lima aplikasi inovasi layanan publik. Pelayanan Instalasi Karantina Hewan  (APIKH), pelayanan revisi anggaran (e-Revisi), pelayanan tindakan karantina (SiCermat), pelayanan karantina bergerak dipelabuhan berbasis online (Mobile Quarantine Service) dan layanan ekspor terintegrasi berbasis website (Paperless Ekspor).

 

“Kelima layanan ini berbasiskan online. Jadi yang tadinya harus berhari-hari, bahkan berbulan-bulan, sekarang kita persingkat. Ini menjadi lebih cepat dan efisien Karena kita tidak perlu cek bolak-balik. Cukup memantau langsung lewat online,” papar Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini saat acara Peluncuran 5 Aplikasi Inovasi Layanan Publik di Cibitung, Bekasi, Rabu (27/9).

 

Dengan diluncurkannya lima aplikasi berbasis online ini, kecepatan menjadi hal yang utama. Positifnya bukan hanya itu, melainkan menciptakan para pekerja (dalam hal ini ASN Karantina Pertanian) untuk lebih bertanggung jawab dalam pekerjaannya.

 

Banun mencontohkan, ada salah satu aplikasi yang apabila dalam 2 jam pemohon sudah memberikan surat ke Karantina Pertanian, tapi belum disetujui petugas Karantina Pertanian yang memegang kuasa, maka otomatis sistem langsung mengnyetujui.

 

“Jadi kalau terjadi kesalahan akibat acc otomatis ini, pegawai yang bersangkutan harus bertanggung jawab. Intinya aplikasi ini menuntut kita (para pegawai Karantina Pertanian) untuk lebih bekerja cepat, cermat, dan teliti,” jelas Banun.

 

Dengan adanya kelima layanan ini, Banun berharap kedepan mampu membuat perizinan perkarantinaan menjadi lebih cepat dan  mendukung ketahanan pangan. Bahkan akan ada peningkatan pelayanan publik, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap menjaga alam Indonesia dan mencegah terjadinya korupsi dalam hal perkarantinaan. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162