Loading...

Karantina Pertanian Musnahkan Benih Asal Jepang dan Korea

14:27 WIB | Monday, 28-November-2016 | Karantina, Non Komoditi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno Hatta memusnahkan 1,2 ton media pembawa penyakit berupa benih kubis dan sawi putih. Benih tersebut diimpor dari Jepang dan Korea Selatan.

 

Kepala Balai Besar Karantina Soekarno Hatta, Musyafak Fauzi mengatakan, meski media pembawa tersebut telah dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan, tapi tetap wajib dimusnahkan. Pasalnya, berdasarkan hasil laboratorium karantina, benih tersebut menunjukan positif adanya bakteri Pseudomonas Viridiflava

 

“Bakteri tersebut merupakan species kategori A1 Golongan 1, yaitu Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang tidak ada di Indonesia dan tidak dapat diberi perlakuan,” katanya.

 

Tindakan Pemusnahan yang dilakukan secara periodik ini adalah suatu upaya melindungi petani Indonesia dari serangan hama penyakit tumbuhan dan hewan yang dibawa media pembawa OPTK atau Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

 

Diantara beberapa media pembawa yang akan dimusnahkan tersebut ditemukan adanya penyakit. Dari hasil analisa laboratorium terdapat bakteri yang tidak ada di Indonesia. “Jika penyakit tersebut beredar akan sangat berbahaya sekali,” tegasnya.

 

Fauzi mengatakan, ada tiga item benih yang volumenya mencapai 1,2 ton. Bila ditanam, maka luasnya bisa mencapai puluhan ribu hektar. Jika sampai menyebar dapat merugikan pertanian Indonesia.  Tia

 

 

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162