Loading...

Karantina Pertanian Periksa 1.564 Ekor Sapi Indukan Australia

08:20 WIB | Wednesday, 23-November-2016 | Non Komoditi, Karantina | Penulis : Kontributor

sapi indukan berada di atas kapal pengangkut

Badan Karantina Pertanian lakukan tindakan karantina terhadap 1.564 ekor sapi indukan dari Australia yang akan diberangkatkan ke Indonesia. Upaya ini untuk memastikan sapi indukan dari Negeri Kangguru tersebut memenuhi persyaratan kesehatan hewan dan protokol karantina.

 

Kepala Bidang Karantina Hewan Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Sriyanto di Jakarta, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan tindakan karantina terhadap sapi indukan impor dari Australia. Sebanyak 1.564 ekor sapi indukan pada Rabu (16/11) telah dikapalkan dan dikirim dari Pelabuhan East Arm Whart Darwin menuju Belawan, Medan. 

 

“Jumlah ini merupakan pengiriman ketiga atau bagian terakhir dari total 4.550 ekor sapi indukan yang diimpor pemerintahpada tahun 2016,” katanya. Tindakan karantina saat pre-shipment inspection di Darwin, Australian adalah pengambilan dan pemeriksaan darah terhadap penyakit Paratuberculosis dan <wbr />Enzootiv Bovine Leucosis  (EBL). Selain itu juga dilakukan pemberian vaksin antara lain terhadap penyakit Bovine Viral Dhiarrea (BVD), Infectiouse Bovine Rhinotracheitis  (IBR), Anaplas<wbr />mosis, Babesiosis dan Clostridial serta pemberian perlakuan antiparasitik sesuai.

 

Ia menjelaskan, untuk memudahkan proses pengambilan sampel, pemeriksaan dan perlakuan, sapi indukan dari berbagai farm (properties) di wilayah Northern Territory, Queensland tersebut akan ditempatkan di Instalasi Karantina Hewan (Quarantine yard) Cedar, Australia. “Lamanya masa karantina di Cedar yard mengikuti waktu yang diperlukan untuk tindakan pemeriksaan darah dan perlakuan,” ujarnya.

 

Setelah hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh dan hewan sehat, dokter hewan dari Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan setempat akan mengeluarkan dan menandatangani sertifikat kesehatan hewan, ungkap Sriyanto. Sertifikat tersebut sebagai bukti bahwa ternak sapi tersebut layak untuk dikirimkan ke Indonesia.

 

Seperti diketahui, saat ini pemerintah Indonesia berupaya penuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri. Data BPS dan Kementerian Pertanian 2016 menyebutkan, konsumsi daging perkapita dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Dalam limatahun terakhir 2012 hingga 2016 tercatat masing-masing 2,09 kg; 2,22kg; 2,36 kg; 2,56 kg dan 2,61 kg. Pada Tahun 2016, total kebutuhan daging sebanyak684.000 ton. “Kebutuhan daging tersebut baru dapat ditopang 83% dari pasokan peternak lokal, selebihnya dari Impor,” katanya.

 

Dalam upaya peningkatan ketahanan pangan guna menuju kedaulatan pangan di bidang peternakan, pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan kebijakan importasi sapi indukan. Tujuannya untuk menambah populasi sapi betina dan perbaikan mutu genetik ternak dalam negeri. 

 

 

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162