Loading...

Karantina Tanjung Priok Ambil Tiga Langkah Percepat Layanan

11:46 WIB | Tuesday, 12-September-2017 | Karantina, Non Komoditi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok telah mengambil tiga langkah konkrit terkait layanan karantina di New Port Container Terminal (NPCT1) Kalibaru. Tiga langkah cepat tersebut dibahas bersama dalam rapat evaluasi dan koordinasi terminal NPCT1 dan IPC Tempat Pemeriksaan Karantina (TPK) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

 

Diskusi tersebut dihadiri Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Purwo Widiarto dan Direktur PT NPCT1 dan perwakilan dari IPC TPK, Supardjo.

 

Purwo mengatakan, ketiga langkah tersebut yakni, pertama percepatan perbaikan infrasutruktur kesisteman IT antara karantina, NPCT1 dan IPC TPK dengan mendorong sistem yang terintegrasi guna percepatan pemeriksaan fisik karantina. “Hal ini sangat penting untuk mempermudah birokrasi diwaktu mendatang,” katanya.

 

Kedua, mendorong pihak terkait untuk mempercepat perjanjian tingkat layanan atau Service Level Agreement (SLA) penarikan kontainer dari terminal ke common gate. “Ini menjadi titik kritis yang penting, guna percepatan pemeriksaan fisik karantina,” ujarnya.

 

Ketiga, pemeriksaan karantina dilakukan di lapangan terminal petikemas dengan mempertimbangkan faktor keselamatan kerja. Upaya ini dilakukan dengan dukungan instansi terkait di NPCT1 terhadap sarana dan prasarana yang mendukung pemeriksaan karantina secara langsung tersebut. “Ini dilakukan sebagai langkah cepat jangka pendek untuk mengatasi kendala yang ada,” katanya.

 

Seperti diketahui, bahwa pemeriksaan karantina seharusnya dilakukan di tempat yang sudah ditentukan dengan fasilitas yang memadai, dengan tujuan untuk memperkecil resiko penyebaran hama penyakit serta menjaga keutuhan dari barang atau media pembawa itu sendiri. Namun, sambil menunggu perbaikan yang sedang dilakukan, karantina mengupayakan pemeriksaan langsung di lapangan terminal petikemas.

 

Purwo Widiarto menegaskan,  SLA pemeriksaan karantina di TPK dilakukan dalam satu hari. Terkait lamanya proses, bukan karena lamanya waktu pemeriksaan karantina, tapi proses perbaikan sistem IT dan infrastruktur yang sedang dilakukan pihak terkait. “Dengan tiga langkah cepat yang diputuskan, seluruh pihak dapat mendorong proses perbaikan layanan tersebut,” ujarnya.

 

Purwo menyatakan, pada prinsipnya, dasar pemeriksaan karantina adalah untuk deteksi dan mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan dari luar negeri maupun antar area dalam wilayah NKRI. Sehingga berbagai upaya akan diusahakan untuk mewujudkan hal itu.

 

“Selain terus mendorong perbaikan layanan, kami juga berkomitmen untuk mencegah praktek pungli,” katanya. Hal tersebut dilakukan dengan memberikan transparansi layanan dan tarif melalui sistem PRIOQ KLIK dan pembayaran via bank. Tujuannya agar masyarakat semakin paham dan menyadari bahwa tugas karantina adalah untuk melindungi kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Tia

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162