Loading...

Keadilan bagi Petani Padi

14:00 WIB | Tuesday, 01-August-2017 | Kolom, Agri Wacana | Penulis : Kontributor

Kalau dugaan kecurangan dan manipulasi yang dituduhkan kepada PT Indo Beras Unggul (IBU) benar, maka sudah sepantasnya semua pihak yang terkait dengan perberasan nasional marah besar. Petani harus marah karena sebagai produsen beras yang sudah membanting tulang dan menanggung resiko terbesar ternyata hanya menerima ‘secuil’ keuntungan dibandingkan pedagang beras kelas kakap.

 

Pedagang beras juga pantas marah karena mereka selama ini ‘dikelabui’ oleh pedagang yang melakukan praktek oligopoly. Konsumen juga harus marah karena ternyata mereka telah ditipu dengan membeli beras kualitas ‘biasa’ dengan harga premium. Sementara pemerintah juga harus marah karena subsidi triliunan rupiah untuk memacu produksi beras ternyata salah sasaran, dan pasar beras justu dikuasai pedagang nakal.

 

Kita masih menunggu proses hukum selanjutnya dari kasus ini, tapi yang jelas dari pengungkapan ini kita tahu ternyata ada yang tidak beres dalam tata niaga beras. Bahan pangan utama yang menghidupi ratusan juta rakyat dan menjadi gantungan hidup jutaan petani ternyata menyimpan masalah besar pada proses pascapanen, pemasaran hingga sampai ke tangan konsumen.

 

Tragisnya, permasalahan besar ini tampaknya tersimpan rapat hingga berpuluh tahun dan tersembunyi di antara sekian banyak persoalan yang menyelimuti industri perberasan nasional. Bila masalah ini tidak segera diungkap tuntas dan ditindaklanjuti dengan kebijakan dan pengawasan yang lebih baik maka berbagai persoalan itu akan terulang kembali. Artinya, pengungkapan kasus ini harus menjadi momentum untuk membenahi seluruh mata rantai produksi hingga pemasaran beras nasional.

 

Langkah penting yang harus mendasari proses pembenahan adalah menegakkan keadilan pada seluruh mata rantai industri beras. Prioritas untuk mendapatkan keadilan tentunya pada para petani yang menjadi produsen beras. Merekalah yang berinvestasi paling besar, bukan hanya biaya, tenaga, waktu tetapi juga resiko usahatani.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162