Loading...

Kedelai Kabupaten Sambas, Siap Rajai Perbatasan

14:37 WIB | Monday, 10-July-2017 | Komoditi, Kebun | Penulis : Gesha

Perlahan namun pasti, upaya peningkatan produksi kedelai di beberapa daerah mulai menampakkan hasil. Salah satunya di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang fokus mengembangkan kedelai dan siap merajai perbatasan.

 

Terletak di daerah paling barat Pulau Kalimantan, Kabupaten Sambas potensial sebagai kawasan usaha pertanian sehingga tak mengherankan bila mata pencaharian sebagian besar penduduknya adalah bertani. Setidaknya terdapat tiga komoditas utama yang diusahakan oleh penduduk setempat yakni padi, palawija dan hortikultura.

 

Salah satu tanaman pangan yang mulai banyak diusahakan oleh masyarakat Sambas adalah tanaman kedelai. Berdasarkan data dari Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (Akabi), Kabupaten Sambas menjadi sasaran program Peningkatan Produksi Pola Pertanaman Terpadu Spesifik Lokasi (Program PTT). Setidaknya, lahan seluas 500 ha dipersiapkan untuk Program PTT Kedelai di Kabupaten Sambas.

 

Untuk memfasilitasi pelaksanaan PTT kedelai, pemerintah memberikan bantuan berupa sarana produksi, pendampingan petugas penyuluh/mantri tani maupun pendamping lainnya. Sarana produksi yang diberikan yaitu benih kedelai bersertifikat, pupuk an organik (Urea bersubsidi) yang pembeliannya melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sesuai peraturan yang berlaku, pupuk organik, pupuk hayati (Rhizobium) serta pestisida organik/anorganik. Jenis dan dosis bantuan sarana produksi disesuaikan dengan rekomendasi setempat (spesifik lokasi).

 

Bantuan benih yang diarahkan untuk penangkaran diutamakan dengan berbagai jenis varietas unggul, produksi tinggi serta hasil dari Badan Litbang Pertanian dan Batan. Spesifikasi pupuk organik, pupuk hayati dan pestisida antara lain harus terdaftar pada Permentan yang berlaku.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Musanif menuturkan sejak tahun 2013, Kabupaten Sambas telah ditetapkan sebagai kawasan kedelai. Luas tanam existing (yang ada) saat ini mencapai sekitar 5.000 ha dengan produktivitas 1,8 ton per ha. Peluang itu dicapai dengan kerja keras dan mengadakan penangkaran benih kedelai sendiri, tetapi hanya untuk memenuhi kebutuhan setempat.

 

Salah satu sentra penghasil kedelai terbesar di Kabupaten Sambas adalah Kecamatan Tangaran. Produktivitas pertanaman kedelai di Kecamatan Tangaran bisa mencapai 4,5 ton biji kedelai kering panen per ha. “Itu capaian tertinggi, tetapi memang rata-ratanya 2,5 ton biji kedelai kering per hektarnya,” tambah Musanif.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162