Loading...

Kedelai Kita

10:41 WIB | Wednesday, 08-February-2017 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Kebutuhan kedelai di Indonesia cukup tinggi, sehingga dari tahun ke tahun pemerintah terus menargetkan peningkatan produksi nasional dari 1,27 juta ton pada 2015. Pada tahun 2016 dinaikkan menjadi 2,63 juta ton dan tahun 2017 ditargetkan 3 juta ton.

 

Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi kedelai nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tersebut, untuk menekan impor, menuju pencapaian swasembada kedelai. Penggunaan varietas unggul bermutu, ketersediaan air, pemupukan, pengendalian OPT serta pembuatan drainase menjadi komponen pengungkit produksi kedelai.

 

Pengembangan varietas unggul kedelai dengan menggunakan teknologi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian di beberapa wilayah menunjukkan bahwa dengan sistem budidaya yang tepat dan benar, potensi hasil varietas unggul kedelai dapat direalisasikan di tingkat petani guna mendukung peningkatan produksi nasional.

 

Rata-rata produktivitas kedelai nasional saat ini 1,5 t/ha, sedangkan peluang peningkatan produktivitas masih cukup besar dengan mengembangkan potensi produktivitasnya melalui penelitian dapat mencapai hingga >2 t/ha.

 

Peningkatan produksi juga harus melibatkan sejumlah program, yakni pengadaan asuransi pertanian, pemberian bantuan teknologi, jaminan kerja bagi para petani dari pemerintah, penggunaan lahan tidur untuk pertanian, serta penggalangan para pemuda untuk masuk sektor pertanian.

 

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian telah menargetkan supaya Indonesia bisa menjadi lumbung pangan nasional di tahun 2045. Untuk dapat menjadi lumbung pangan dunia, Kementerian Pertanian perlu melakukan swasembada pangan.

 

Dan untuk itu pemerintah akan secara bertahap untuk menghentikan impor sejumlah komoditas pangan. Dan kita selesaikan secara bertahap. Seluruh komoditas yang kita impor, secara bertahap (ditutup), tidak bisa sekaligus. Tahun ini selesai beras, bawang selesai, cabai selesai tidak impor. Mudah-mudahan jagung paling lambat 2018. Harus selesai satu persatu.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162