Loading...

Keguguran, Penyakit Zoonosis yang Terabaikan

10:40 WIB | Tuesday, 13-June-2017 | Ternak, Komoditi | Penulis : Kontributor

Ada beberapa penyakit yang menyerang manusia berasal dari penyakit yang menyerang hewan. Penyakit dari hewan tersebut sewaktu-waktu dapat mewabah menyerang manusia hingga jangkauannya luas. Sehingga diperlukan langkah-langkah terpadu untuk mencegah dan menanggulanginya.

 

Mewabahnya penyakit asal hewan yang menyerang manusia atau sebelumnya disebut penyakit zoonosis. Munculnya penyakit zoonosis terkait dengan populasi manusia, lingkungan dan adanya agen penyakit tersebut.

 

Umumnya penyakit zoonosis bersifat fatal baik pada hewan maupun manusia. Penyakit zoonosis menurut agen penyebabnya bisa digolongkan zoonosis akibat virus, bakteri, protozoa dan arthropoda, parasit serta jamur.

 

Salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah Brucellosis atau biasa dikenal dengan keluron keguguran. Umumnya penyakit ini banyak menyerang sapi dan menyebabkan abortus (keguguran) yang menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Diperlukan langkah-langkah strategis untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran penyakit ini.

 

Penyakit brucellosis atau keluron disebabkan oleh bakteri Brucella bersifat gram negatif tidak membentuk spora dan bersifat aerob. Karena tidak menghasilkan spora bakteri brucella mudah dibunuh di bawah sinar matahari namun apabila lingkungan jauh dari jangkauan sinar matahari maka bakteri ini dapat bertahan selama 6 bulan.

 

Sumber utama infeksi pada sapi adalah cairan fetus, sisa-sisa setelah melahirkan dan cairan vagina. Jalur masuk utama infeksi pada sapi adalah melalui oral lewat pakan dan air yang terkontaminasi, kulit yang luka, inhalasi melalui udara dan kongenital seperti dari induk ke fetus atau pedet dapat terinfeksi secara vertikal melalui air susu induk.

 

Gejala utama penyakit ini pada sapi betina yang khas adalah keguguran (abortus) pada umur kebuntingan bulan ke-5 sampai ke-9 atau kelahiran pedet prematur. Abortus biasanya diikuti dengan retensi plasenta atau metrtitis yang akan menyebabkan infertilitas permanen.

 

Jika tidak terjadi abortus, maka kuman Brucella dapat disekresikan ke plasenta, cairan fetus, leleran vagina, kelenjar getah bening dan kelenjar susu. Sedangkan pada sapi jantan biasanya terlihat adanya salah satu atau keduanya testis akan membesar disertai dengan penurunan libido dan infertilitas.

 

Pengobatan dan Pencegahan

 

Secara umum pengobatan untuk penyakit brucellosis pada ternak tidak disarankan karena penyakit ini bersifat persisten di mana metabolisme hewan tertular akan lambat sehingga menghambat masuknya obat.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162