Loading...

Kembangkan Pupuk Organik

15:48 WIB | Wednesday, 11-July-2018 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Indarto

UPJA Bagyo Mulyo yang didirikan Gapoktan Tani Mandiri tak hanya menyewakan alsintan kepada petani, namun belakangan juga giat memproduksi pupuk organik berbahan baku kotoran sapi.

 

Menurut H. Karjono, dari 293 petani yang bergabung di bawah naungan UPJA Bagyo Mulyo, ada sejumlah petani yang memelihara sapi dengan total populasi 30 ekor. Dari jumlah sapi yang dipelihara itu, sebanyak 19 berupa sapi indukan.

 

“Karena jumlah sapinya relatif banyak, maka kami berinisiatif memanfaatkan kotoran sapi ini untuk pupuk organik,” kata H. Karjono.

 

Ia menjelaskan, volume kotoran sapi yang dihasilkan petani bisa mencapai 1 ton/bulan. Setelah diproses dengan cara dikeringkan, kotoran sapi tersebut bisa dimanfaatkan petani untuk pupuk organik. “Pupuk organik dari kotoran sapi ini kami jual ke petani dengan harga Rp 12 ribu/25 kg,” ujar H. Karjono.

 

Menurut H. Karjono, pupuk organik dari kotoran sapi tersebut juga bermanfaat untuk mendukung pengembangan padi organik di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo seluas sekitar 80 ha. “Pengembangan padi organik ini sudah kami mulai sejak tahun 2016 . Bersamaan dengan kegiatan padi organik ini, kami juga mengembangkan pupuk organik dari kotoran sapi,” jelas H. Karjono.

 

Khusus untuk pengembangan pupuk organik, UPJA Bagyo Mulyo telah membangun rumah kompos sebanyak 2 unit. Kotoran sapi tersebut diolah di rumah kompos dengan jumlah produksi rata-rata 100 karung/minggu. “Usaha pupuk organik dari kotoran sapi ini juga sangat membantu petani untuk mengembangkan produksi padi organik dan mina padi,” demikian H. Karjono. Idt/Ira/Ditjen PSP

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162