Loading...

Kementan Dorong Masyarakat Kembangkan Pertanian Perkotaan

09:00 WIB | Wednesday, 15-November-2017 | Nasional | Penulis : Kontributor

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Ir. Tri Agustin Satriani, MM mewakili Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian sebagai _key note_ speaker dalam acara _3th Symposium for Sustainable Development_ yang diselenggarakan Departemen Landskap Institut Pertanian Bogor (IPB) di IICC Bogor (14-10). 

 

"Kami sangat senang dan mendukung jika ada masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian di perkotaan," kata Tri Agustin.

 

Tri Agustin menjelaskan bahwa, pertanian perkotaan atau _urban farming_ merupakan kegiatan sangat positif dan membawa banyak manfaat bagi ibu-ibu dalam mendekatkan pangan terhadap keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). 

 

"Pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini sehingga dapat mewujudkan generasi yang sehat dan produktif," tegasnya.

 

Dalam mengoptimalkan lahan pekarangan, BKP telah melakukan program aksi pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sejak tahun 2009. 

 

Dalam program ini Pemerintah memberikan bantuan dan pembinaan kepada kelompok masyarakat khususnya kelompok wanita tani dan dasa wisma untuk mengoptimalkan manfaat pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

 

Bantuan diberikan dalam bentuk kebun bibit dan demplot, sehingga diharapkan keberadaan KRPL bisa berkelanjutan.

 

"Kami juga memberi bantuan kepada sekolah dasar (SD) untuk membangun kebun bibit dan pekarangan, agar anak dapat belajar untuk mencintai pertanian dan meningkatkan pengetahuan akan konsumsi pangan lokal," ujar Tri Agustin.

 

Symposium yang dihadiri oleh Dr. Ir. Afra DN Makalew, M.Sc. ini merupakan acara ketiga yang diselenggarakan oleh Departemen Landskap IPB. 

 

Selain dari Indonesia, juga hadir pembicara dari Jepang, Jerman, dan Belanda. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dirumuskan model pemanfaatan pekarangan yang optimal dan berkelanjutan, sehingga dapat diadopsi di Indonesia. 

 

Sedangkan optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan diversifikasi konsumsi pangan, kedepannya akan dikembangkan kepada kelompok masyarakat yang lebih besar, seperti pondok pesantren maupun lembaga keagamaan lainnya.

 

Diharapkan model urban farming dapat dikembangkan oleh generasi muda sehingga menjadi gaya hidup sebagaimana adanya tren urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke perkotaan. Edi S

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162