Loading...

Kementan Turunkan Tim Antisipasi Hama Wereng

11:26 WIB | Wednesday, 05-July-2017 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan upaya antisipasi ledakan hama wereng coklat yang diprediksi terjadi pada musim tanam kedua yang dapat mengancam kestabilan produksi padi nasional. “Laporan sudah kami terima, ada serangan hama di Jawa Barat dan Jawa Timur, tetapi ledakan tidak seburuk yang dibayangkan, tim sudah turun dan sudah di lapangan semua”, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui di STPP Peternakan, Cinagara, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

 

Amran menyebutkan, laporan yang sudah diterimanya total serangan hama wereng coklat di 9.338 ha lahan padi dengan intensitas ringan 145 dan berat 1.267 intensitas berat di Jawa Timur. Menurutnya, langkah antisipasi telah dilakukan, pasokan padi akan dijaga stabil. “Kita punya 15 juta hektar lahan pertanian yang kita tanami”, katanya.

 

Langkah antisipasi lainnya mengawasi penggunaan pestisida di tingkat petani dengan menurunkan tim yang mengawal penggunaan pestisida di tingkat kabupaten. Upaya lainnya dengan tanam serempak. “Intinya kita jangan pasrah dengan hama. Selama ini kita menghadapi paceklik di November, Desember, dan Januari. Sekarang sudah tidak ada lagi, hal seberat ini bisa kita selesaikan apalagi soal hama”, kata Amran seperti di lansir Antara.

 

Menurut Amran, serangan yang terjadi dapat dibilang kecil, sehingga tidak perlu panik. Apalagi ada asuransi petani, jika petani gagal panen akan diganti oleh asuransi. “Jangan pasrah dengan hama, itu memang kehidupannya, karena hama tidak bisa tanam padi”, kata Amran.

 

IPB melalui Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian meluncurkan reaksi cepat tanggap pengendalian wereng coklat di lapangan pada 2017. “Diprediksikan terjadi ledakan wereng coklat pada musim tanam kedua, jika tidak segera diantisipasi dapat mengancam ketersediaan beras nasional”, kata Hermanu Triwidodo dari Departemen Proteksi Tanaman IPB.

 

Dia mengatakan, petani mitra Klinik Tanaman dan LPPM IPB melaporkan serangan wereng coklat dan virus kerdil hampa pada padi dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Lampung, Jambi, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Survei lapangan seminggu terakhir dilakukan oleh petani mitra dan dosen Proteksi Tanaman Faperta IPB menunjukkan bahwa wereng coklat dan atau virus kerdil hampa sudah terjadi di berbagai daerah Pulau Jawa, baik Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

 

Jawa Timur daerah yang terkena wereng coklat seperti Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Madiun, Ngawi dan Bojonegoro, Jawa Tengah ada di Pati, Blora, Kudus, Semarang, Sragen, Karanganyar, Kebumen, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap. Di Jawa Barat terjadi di Indramayu, Subang dan Karawang. Serangan wereng coklat sudah menjadi ancaman bagi produksi padi nasional. Penanaman yang terus menerus dan penggunaan pestisida yang salah dengan frekuensi yang tinggi menjadi faktor pemicu ledakan hama tersebut. “Perlu reaksi cepat menghadapi masalah wereng coklat yang sudah mengganas di beberapa tempat”, katanya.

 

IPB melalui peluncuran reaksi cepat tanggap pengendalian wereng coklat berupaya memberikan kontribusi melalui pengelolaan wereng coklat, menyebarluaskan pengetahuan dan teknologi dan pengalaman dalam pengendalian hama tersebut. Wardono, petani dari Klaten mengungkapkan, wereng merebak karena musuh alaminya sudah tidak ada lagi. Hilangnya musuh alami wereng akibat penggunaan pestisida yang salah dan berlebihan. (ti)

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162