Loading...

Kesuksesan Produksi Beras Nasional

09:20 WIB | Wednesday, 19-July-2017 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa mendekati akhir tahun ketiga ini, kebijakan pemerintah dibidang pertanian telah memberikan dampak yang signifikan terkait peningkatan produksi yang berdampak bagi kesejahteraan petani. Kinerja pembangunan pertanian pun telah mampu mendongkrak perekonomian nasional. Sektor pertanian masih dominan dalam penciptaan nilai tambah dalam perekonomian nasional.

 

Hal ini terlihat dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian atas dasar harga berlaku 2014 sebesar Rp 1.410 triliun, 2015 naik menjadi Rp 1.556 triliun dan 2016 menjadi Rp 1.669 triliun. Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian tahun 2016 tumbuh 3,25 persen dibandingkan tahun 2015.  Rata-rata kontribusi sektor pertanian tiga tahun terakhir 13,4 persen dan pertumbuhan 3,75 persen per tahun.

 

Pada triwulan 1 2017, PDB pertanian menyumbang Rp 306 triliun atau tumbuh 7,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016. PDB sektor pertanian tumbuh menunjukkan kinerja bagus. Neraca perdagangan pertanian tetap surplus pada saat krisis global. Neraca perdagangan pertanian bulan Januari-April 2017 surplus Rp 83 triliun dan naik 151 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini berarti kebijakan berdampak signifikan, dari semula langganan impor dan kini tidak impor komoditas tersebut.

 

Apabila dihitung pertanian secara keseluruhan dalam arti mencakup kegiatan dari hulu hingga hilir, seperti misalnya dihitung sampai pada pengolahan beras, minyak sawit dan lainnya, maka kontribusi sektor pertanian bisa lebih dari 20%. Namun secara statistik, kegiatan industri pengolahan hasil pertanian dimasukkan ke dalam sektor industri dan lainnya. Demikian pula laju pertumbuhan pada industri pengolahan tumbuh lebih tinggi dibandingkan kegiatan pada on-farm, namun secara statistik akan dicatat masuk ke dalam pertumbuhan sektor industri.

 

Secara bertahap program kebijakan pemerintah disektor pertanian mulai menunjukkan hasil, diantaranya poduksi Gabah Kering Giling (GKG) ditahun 2015 mencapai 75,55 juta ton meningkat 4,66% di bandingkan tahun 2014 sebesar 70,85 juta dan di tahun 2016 produksi mencapai sekitar 79,1 juta ton gabah kering giling, ditahun ini juga tercatat untuk pertama kalinya Indonesia berswasembada beras setelah 33 tahun. Peningkatan produksi juga terjadi pada komoditi bawang merah dengan capaian 1,29 juta ton meningkat sebesar 5,74 % dibandingkan  tahun 2015 yang mencapai 1,22 juta.

 

Sama halnya dengan bawang, untuk komoditas cabai produksi di tahun 2016 produksi mencapai 78.167 ton sedangkan kebutuhan 54.346 juta ton. Produksi jagung pun demikian, naik 4,2 juta ton atau 21,9 persen,  peningkatan produksi jagung ini setara Rp 13,2 triliun.  Dengan demikian Kementerian Pertanian mampu memenuhi ekspektasi target swasembada dalam hanya dalam 2 tahun. Di tahun 2016 pemerintah pun mengambil kebijakan yang berpihak kepada petani dengan tidak mengeluarkan rekomendasi impor, beras, cabai, dan bawang merah.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162