Loading...

KKP Gendeng Kemenristek Dikti Garap Inovasi KP

16:15 WIB | Monday, 05-December-2016 | Teknologi | Penulis : Indarto

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti bersama Menteri Ristek dan Dikti, M. Nasir

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)  mengembangkan inovasi riset sektor kelautan dan perikanan (KP). Penandatanganan kerjasama langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir, di Kampus Universitas Diponegoro (Undip),  beberapa waktu lalu.

 

Susi mengatakan, kerja sama ini secara khusus bertujuan menguatkan dan mengembangkan riset, teknologi dan pendidikan tinggi di sektor kelautan dan perikanan (KP).  Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi pemanfaatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan dan kelembagaan pendidikan tinggi, penguatan inovasi pertukaran data dan informasi juga pemanfaatan sarana dan prasarana.

 

Setelah kesepakatan kerjasama kedua kementerian ini, selanjutnya akan dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) KKP dengan Direktorat Jenderal Pembelajaran Mahasiswa Kemristekdikti. PKS tersebut akan difokuskan pada penguatan inovasi dan riset, kurikulum dan sertifikasi.

 

“Kerjasama ini juga mendukung fasilitas program KKP berupa beasiswa dokter mitra bahari. Program ini dikhususkan untuk anak nelayan berprestasi yang tidak mampu secara finansial, untuk melanjutkan pendidikan melalui program Bidik Misi Kemristekdikti,” papar Susi.

 

Menurut Susi,  KKP juga akan melakukan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam rangka penunjang sarana prasarana kesehatan. Melalui kerjasama ini, diharapkan koordinasi antar instansi pemerintah dapat berjalan dengan baik. Terutama, guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

 

 

 

Gelar Doktor

 

Saat di Universitas Diponegoro, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,  juga menerima gelar doktor honoris causa.  Anugerahi gelar tersebut karena kinerja dan pemikirannya dinilai strategis dalam pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia.

 

Dalam pidatonya saat penganugerahan gelar tersebut, Susi menceritakan kembali kisahnya pada awal menjabat sebagai menteri. "Pada awal yang menjadi pegangan saya adalah komitmen Presiden menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan laut sebagai masa depan bangsa,” kenang Susi di Ruang Rektorat Kampus Undip , Semarang.

 

Susi menilai, maraknya eksploitasi kapal-kapal asing terhadap sumber daya ikan, membuat Indonesia hanya menjadi negara nomor tiga eksportir di Asia Tenggara.  Padahal laut yang dimiliki Indonesia, terluas nomor dua di dunia.

 

“Pencurian ikan telah mengancam keberlanjutan sumber daya laut. Turunnya nilai tukar nelayan dan jumlah rumah tangga nelayan adalah pertanda hancurnya perikanan Indonesia,” kata Susi. Karena itu lanjut Susi, sebelum melakukan kebijakan lainnya, penegakan hukum terhadap  illegal fishing menjadi prioritas. “Perbaikan harus dilakukan di sektor kelautan dan perikana meski tidak mudah,” ujarnya.

 

Melihat banyaknya  ketimpangan di lapanga, Susi meminta Presiden Joko Widodo  mendukung dalam mengeksekusi UU Perikanan. Koordinasi dan konsolidasi kepada aparat hukum untuk menindak tegas kejahatan perikanan juga dilakukannya. “Kedaulatan adalah hak dari sebuah negara yang diakui dan dihormati serta betul-betul dihargai negara lain. Tidak perlu takut menunjukan bahwa ini kedaulatan kita,” ujarnya.

 

Susi mengakui, pada awal kepemimpinannya  banyak pihak yang melempar kritik pedas atas kebijakan penenggelaman kapal. Bahkan, banyak berpendapat terlalu bodoh mengikuti menteri yang tidak berpendidikan seperti dirinya. “Saya bingung dubes yang kapal saya tenggelaman tidak marah, tapi kenapa banyak pengamat yang mem-bully,” katanya.

 

Setelah mendapat gelar DHC,  Susi menyakini keadaan akan berbeda. Dengan gelar yang disandangnya ini, dirinya berjanji akan memacu dirinya bekerja lebih keras lagi. "Semoga lebih amanah. Jika kemarin ada foto saya dengan kemeja biasa dan sepatu kets dengan tulisan 'tenggelamkan', setelah ini akan ada foto saya dengan toga, pasti efeknya akan lebih besar lagi. Jika kita bekerja dengan komitmen untuk bangsa, pasti akan dihargai,” kata Susi. Idt

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162