Loading...

Komoditas Kopi, Teh dan Kakao RI Masih Prospektif

12:26 WIB | Thursday, 26-April-2018 | Komoditi, Kebun | Penulis : Indarto

Kopi, teh, dan kakao sampai saat ini dinilai masih prospektif dan menjadi produk andalan petani. Dikarenakan memiliki nilai tambah, ketiga komoditas unggulan tersebut sekitar 90% dibudidayakan petani secara mandiri.

 

"Komoditas kopi dan cokelat (kakao) sangat padat karya sehingga mampu menciptakan lapangan kerja," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Fadli Zon, saat membuka Festival dan Diskusi Teh, Kopi, dan Cokelat Produk Petani Indonesia, di Jakarta, Rabu (25/5).

 

Karena ketiga komoditas ini banyak dibudidayakan petani secara mandiri, menurut Fadli Zon, perlu adanya dukungan semua pihak agar komoditas tersebut kualitasnya meningkat dan penjualannya makin membaik.

 

"Kalau kualitasnya meningkat dan penjualan ketiga komoditas tersebut membaik dampaknya akan positif terhadap kesejahteraan petani," papar Fadli Zon.

 

Fadli Zon juga mengatakan, Teh, kopi, dan kakao yang dikembangkan petani Indonesia memiliki kekhasan dan keunggulan sesuai dengan karakteristik daerahnya masing-masing. "Tiga komoditas ekspor ini memberi kontribusi cukup besar terhadap perolehan devisa negara," ujarnya.

 

Data Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun 2016 menyebutkan, ekspor kopi RI mencapai 414.651 ton dengan nilai US$ 1,55 juta. Kemudian teh sebanyak 330.029 ton dengan nilai US$ 113,1 juta. Sedangkan kakao sebanyak 51.317 ton dengan nilai US$ 113 juta.

 

Indonesia termasuk produsen teh, kopi, dan kakao yang potensial. Kakao menduduki posisi 3 besar dunia. Sedangkan kopi dan teh masing-masing di urutan empat besar dan tujuh besar dunia. Idt/Ira

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162