Loading...

Kopi Spesialti, Persembahan Petani Indonesia untuk Dunia

14:46 WIB | Friday, 07-July-2017 | Kebun | Penulis : Ahmad Soim

Penulis (kanan) bersama petani kopi spesialti dari Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat

Ridho Nalsya Putra, SPMahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

 

 

 

Indonesia negeri yang kaya dengan keberagaman, termasuk keberagaman geografis. Unsur geografis seperti ketinggian, curah hujan, suhu dan jenis tanah akan mempengaruhi cita rasa kopi. Keberagaman tersebut menciptakan kekayaan cita rasa dan karakteristik kopi antar wilayah di Indonesia. Mulai dari Aceh hingga Papua, Sulawesi hingga Jawa memiliki ciri khas tersendiri yang mendukungnya menjadi kopi juara. Bahkan dengan keunikan yang dimilikinya, beberapa varian kopi spesialti Indonesia telah meraih kemenangan di hati pasar dunia melalui perlombaan kopi Internasional.

 

 

 

Sebagai komoditi yang paling banyak diperdagangkan di dunia dengan frekuensi dan nilai moneter di bawah minyak bumi, kopi mengalami perkembangan yang pesat dengan terjadinya beberapa kali gelombang perkembangan. Gelombang pertama terjadi saat kopi diprioritaskan untuk kebutuhan produksi massal dengan harga yang sangat terjangkau, sedangkan gelombang kedua masuk pada tahap kopi yang diinginkan konsumen lebih kepada kopi yang nikmat di setiap cangkirnya. Pada saat ini kopi telah masuk pada tahap gelombang ketiga yaitu kopi sendiri yang menjadi tokoh utama dan konsumen kopi sendiri yang memimpin industri. Lebih dalamnya, menikmati kopi telah menjadi sebuah pengalaman tersendiri pada gelombang ketiga ini.

 

Kopi tidak terlepas dari keseharian kehidupan manusia saat ini dan sudah menjadi sebuah kebutuhan gaya hidup yang telah teruji memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain sebagai minuman yang menemani aktivitas manusia, kopi memiliki banyak manfaat seperti membantu menjaga konsentrasi, meningkatkan stamina, meningkatkan mood, menjaga kesehatan jantung, hingga menekan resiko gejala kanker.

 

Pengalaman menikmati secangkir kopi yang berkualitas dan sangat nikmat tidak terlepas dari hubungan antara sektor hulu hingga ke sektor hilir industri kopi. Sederhananya secangkir kopi nikmat yang tersaji di meja sebuah coffee shop adalah hasil campur tangan dari petani kopi itu sendiri, roaster atau pihak yang meningkatkan nilai tambah kopi dengan mengolah green bean menjadi roasted bean dan barista yang ada di coffee shop tersebut tentunya.

 

Cerita di balik secangkir kopi menjadi pengalaman yang dicari oleh penikmat dan pecinta kopi saat ini. Cerita bagaimana kopi tersebut dihasilkan, dari daerah mana kopi tersebut berasal, proses pasca panen apa yang dilakukan, hingga cita rasa apa saja yang dapat kita temui saat menyeruput secangkir kopi berkualitas. Luar biasanya perbedaan perlakuan seperti yang ditanyakan sebelumnya akan menghasilkan citarasa yang berbeda dari masing-masing kopi.

 

Perlakuan terhadap tanaman kopi dan proses pasca panen oleh petani tentunya mengambil tempat penting dalam mempengaruhi cita rasa kopi tersebut. Untuk menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik kegiatan on farm memiliki pengaruh hingga 60%. Pemilihan bibit yang unggul, perawatan dan perlakuan tanaman dengan baik dan tepat, kegiatan panen dengan memilih buah yang telah matang (red chery) hingga proses pasca panen yang memenuhi standar harus dilaksanakan oleh petani. Sehingga dapat dikatakan petanilah yang memiliki porsi yang sangat besar dalam menciptakan kopi berkualitas kelas dunia.

 

Lalu bagaimana porsi 40% lagi yang berperan dalam mempengaruhi kenikmatan minuman kopi? Jawabannya adalah 30% peran tersebut berada di tangan roaster (roastery) dan 10% nya berada di tangan barista (coffee shop). Peran dari kedua unsur tersebut memiliki porsi lebih kecil dari petani. Seorang roaster bisa meningkatkan nilai tambah sebuah kopi dengan proses roasting yang tepat sesuai profil kopi. Sedangkan barista memiliki peran dalam meningkatkan citarasa kopi dengan teknik seduh yang mumpuni dan tentunya dengan berbagi pengalaman yang dibawa oleh kopi itu sendiri kepada customer.

 

Secangkir kopi hangat seolah akan berbicara mengenai pengalaman tersendiri di setiap tegukannya. Jika sedikit berkata puitis dapat dikatakan setiap biji kopi memiliki cerita tersendiri yang dititipkan petani kepada sang pencinta kopi. Segala perbedaan yang telah disebutkan membuat kopi dari berbagai daerah di Indonesia memiliki ciri khas dan cita rasa yang berbeda-beda. Sebut saja kopi dari Solok, Lasi Agam, Aceh, Preanger, Kintamani, Flores, Papua dan banyak kopi lainnya dari masing-masing daerah di Indonesia mempunyai keunikan dan pengalaman tersendiri yang akan didapatkan ketika diseruput hingga tetesan terakhirnya.

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162