Loading...

Kota Kretek, Kudus Milik Pasar Hewan Megah Senilai Rp 16,2 M

17:25 WIB | Wednesday, 10-January-2018 | Ternak, Komoditi | Penulis : Kontributor

 

 

Kudus memang bukan kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki populasi ternak cukup besar.  Namun kabupaten yang terkenal dengan industri rokok kretek ini kini bediri pasar hewan cukup besar dengan nilai Rp 16,2 miliar.

 

Bahkan pasar hewan tersebut dilengkapi pengolahan limbah yang menghasilkan biogas. Kemegahan pasar tersebut juga nampak dengan bakal adanya “hotel” khusus untuk menginap hewan ternak. Pasar hewan tersebut diresmikan Bupati Kudus, Musthofa, beberapa waktu lalu.

 

Berdasarkan pengamatan Sinar Tani,  pasar hewan yang terletak di tepi jalan lingkar timur, masuk wilayah Desa Gulang Kecamatan Mejobo, tergolong mewah. Di samping kanan kiri pintu masuk-keluar atau di bagian tengah, terdapat patung sapi yang berdiri gagah menghadap ke arah timur.

 

Di sekeliling pagar maupun bagian dalamnya terdapat ratusan lampu listrik dengan tiang yang terbuat dari  besi anti karat . Terlihat juga taman yang melingkari lokasi dengan berbagai jenis tanaman dan bunga. Di samping kiri bagian depan terdapat sebuah musholah.

 

Menurut Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Arief Budiyono,  pasar tersebut mampu menampung 400 ekor sapi, 150 ekor kerbau, dan 600 ekor kambing. Menempati areal seluas 24.500 meter persegi, namun lahan yang baru dibangun sekitar 8.700 meter persegi. “Selain itu, kami juga memberikan fasilitas, selain pengolahan limbah, ada ruang tunggu, tempat pemeriksaan kesehatan hewan,” katanya.

 

Fasilitas lainnya yang sudah/akan disiapkan antara lain “hotel hewan” untuk ternak yang  berasal dari luar Kudus. Dengan tujuan agar para pedagang dari luar kota bisa istirahat dengan nyaman. Begitu pula berdampak positif  bagi hewan itu sendiri, bisa lebih santai, sehingga bobotnya tidak berkurang.

 

Mengenai lokasi pasar hewan lama di Desa Jati, yang baru dibangun sekitar 3- 4 tahun terakhir dan menyatu dengan pasar burung, Arif  belum mengetahui apakah akan dialih fungsikan, atau memperluas pasar burung.  Lokasi pasar hewan dan pasar burung itu letaknya juga cukup strategis.

 

Bupati Kudus, Musthofa  meminta kepada pengelola (dalam hal ini Dinas Perdagangan) untuk tidak menjual belikan  biogas, tapi memberikan kepada warga seputar pasar secara gratis melalui  pipa jaringan untuk menyalurkan pipa biogas ke rumah-rumah warga sekitar. Termasuk untuk kebutuhan di lingkungan pasar. Suprapto/Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162