Loading...

KTSS, Contoh Sukses Kerjasama Bidang SDM Pertanian

16:06 WIB | Thursday, 12-October-2017 | Nasional | Penulis : Gesha

Sebagai bagian negara di dunia, Indonesia juga telah ikut berperan dalam pengembangan sumberdaya manusia global. Rintisan dan contoh sukses kerja sama internasional ini sudah ada pada Kerja sama Teknik Selatan-Selatan (KTSS) beberapa tahun silam.

 

"Diklat pelatihan dalam lingkup kerja sama ini sudah berhasil melahirkan 126 angkatan sejak tahun 1980. Magangnya ada 8 angkatan, dan mengirimkan 36 kali tenaga ahli," ungkap Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Surachman Suwardi saat Workshop Peningkatan Kerja sama Dalam Negeri dan Luar Negeri Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, di Bogor, Rabu (11/10). 

 

Kerjasama ini menjadi bentuk kontribusi Indonesia terhadap pembangunan sesama negara berkembang yang diwujudkan di antaranya melalui pemberian bantuan teknis lewat pelatihan, pemagangan, pengiriman tenaga ahli, dan knowledge sharing pada berbagai bidang seperti pertanian, perikanan, pariwisata, infrastruktur, good governance, pemberdayaan perempuan dan masyarakat, UKM, mitigasi bencana dan bidang pendidikan.

 

"Ini juga menjadi icon model kerja sama pelatihan luar negeri yang diakui. Para dosen, widyaiswara, hingga penyuluh dianggap cakap dan dipertimbangkan di dunia internasional meliputi Afrika, Asia (minus ASEAN), Pasifik dan Amerika Latin termasuk Timor Leste, " jelas Surachman.

 

Sepanjang satu dekade terakhir ini, menurut Surachman Indonesia telah menggelar lebih dari 700 program KTSS yang bernilai di atas US$ 60 juta dengan mitra negara. 

 

Dalam upaya mengefektifkan KTSS pemerintah pusat berupaya melibatkan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program KTSS. Proses demokratisasi telah membuka peluang keterlibatan Pemda termasuk melakukan interaksi dengan dunia internasional. 

 

Tahun 2017 ini, KTSS akan melaksanakan 15 program pengembangan kapasitas bagi negara-negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Timur Tengah, dan Karibia.

 

Bagi negara-negara di Afrika, agriculture sangat menarik untuk bisa dikembangkan. Sehingga SDM dari negara tersebut pastinya akan sering datang untuk pelatihan. “Bahkan tahun ini sekitar 20 negara sekaligus," tutur Kepala Sub Direktorat Wilayah Afrika dan Timur Tengah, Direktorat Kerjasama Teknik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri, Sigit Widjaksono. Gsh/Ira 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162