Loading...

KWT Sekarsari, Temanggung, Menjaga Tradisi Capeng

09:06 WIB | Tuesday, 04-July-2017 | Non Komoditi, Olahan Pasar | Penulis : Kontributor

Capeng. Nama yang cukup unik. Tapi siapa sangka, Capeng merupakan produk pangan khas asli pedesaan di wilayah Temanggung, Jawa Tengah. Jenis makanan itu selalu ada dalam hidangan hajatan mantu atau supitan di pedesaan.

 

Sayangnya, kini produk makanan tersebut mulai jarang ditemukan sebagai hidangan hajatan. Padahal Capeng memiliki cita rasa yang lezat dan khas. Untuk menyelamatkan dari kepunahan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung bersama Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga kembali menggali potensi makanan khas Temanggung. Capeng ditetapkan sebagai salah satu makanan khas.

 

Salah satu pengolah makanan yang siap menerima pesanan Capeng adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekarsari Desa Kwadungan Jurang, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Makanan tradisional Capeng memang tidak tersedia di toko-toko makanan atau toko roti karena lebih eksotik menjadi suguhan tamu. Apalagi Capeng mengandung nilai khas budaya leluhur.

 

Saat gelar Magelang Fair awal Mei 2017 dan sempat dicicipi rombongan Kementrian Perindustrian bidang Sumber Daya Manusia, ternyata Capeng mendapat apresiasi cukup tinggi karena cita rasanya yang lezat dan gurih.

 

Mudah tapi Sesuai SOP

 

“Pembuatan Capeng tidak sulit karena bahan dan caranya sangat sederhana,” kata Ketua KWT Sekarsari, Sutri saat mengikuti lomba kudapan berbahan lokal di Kecamatan Kledung. Namun Sutri bersama anggota KWT mempunyai SOP (Standar Operasional dan Prosedur) dalam membuat Capeng. Jadi bukan sekedar asal jadi, tapi harus mengutamakan cita rasa khasnya yakni Capeng Temanggung.

 

Dia menjelaskan, bahan baku Capeng semuanya mudah didapat di pasar. Yakni, pisang raja, tepung beras, gula merah dan santan kelapa. “Pisangnya sebaiknya yang sudah matang, tapi tidak terlalu matang agar cita rasanya benar-benar enak. Tepung berasnya harus di sangrai dulu biar gurihnya mantap,” ujarnya.

 

Untuk memepertahankan Capeng, menurutnya, santan kelapa harus menggunakan parutan kelapa asli, bukan santan kemasan yang dijual di toko-toko. Bahkan cara memerasnya harus menggunakan air matang untuk menjaga kebersihan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162