Loading...

Langkah Menuju Tanpa Impor Jagung

19:56 WIB | Sunday, 16-July-2017 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) menyambut baik rencana pemerintah untuk tidak impor jagung, termasuk untuk bahan baku pakan. GPMT memerlukan 700 ribu ton jagung per bulan atau 8,4 juta ton jagung per tahun.

 

Pemerintah berkomitmen untuk memperpendek rantai distribusi jagung dari produsen ke industri pakan dengan fokus pada peningkatan infrastruktur pasca panen. GPMT berkomitmen menyerap produksi jagung sampai ke daerah terpencil produsen jagung nasional, seperti Minahasa, Dompu, dan Gorontalo.

 

GPMT meminta kepada pemerintah untuk melakukan survey dan memastikan volume panen jagung di sembilan provinsi yang menjadi sentra produksi jagung baru.

 

Hingga akhir tahun 2017, GPMT mampu menyerap jagung petani sebesar 8,4 juta ton. Hingga Mei lalu, serapan jagung produksi petani oleh industri pakan nasional sebesar 450.000 ton per bulan atau totalnya mencapai 2,2 juta ton. Serapan jagung itu, naik drastis dari periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 313.904 ton. Pada tahun 2016, GPMT mampu menyerap jagung petani sebesar 4,1 juta ton.

 

Penyediaan infrastruktur pasca panen perlu menjadi fokus pemerintah, agar industri pakan nasional bisa menyerap seluruh kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan dari petani. Sekitar 50% bahan baku pakan ayam layer adalah dari jagung.

 

Pembangunan infrastruktur hendaknya dilakukan pemerintah juga industri pakan. Pembangunan infrastruktur itu tidak bisa hanya mengandalkan pabrik pakan, karena pabrik pakan lebih banyak terkonsentrasi di Jawa, sementara sentra jagung tersebar di berbagai pulau di Indonesia. Saat ini ada empat perusahaan anggota GPMT yang membangun infrastruktur di luar jawa dan akan beroperasi dalam 1,5 tahun-2 tahun mendatang.

 

Kita berharap keberadaan infrastruktur pasca panen jagung selain bisa memastikan pasokan jagung petani bagi industri pakan, juga memastikan petani mendapatkan harga yang layak. Harga jagung lokal sesuai Permendag Nomor 27 Tahun 2017 yakni Rp 3.150 per kg di petani dan Rp 4.000 per kg di konsumen.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162