Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - Langkah Pertanian di Tahun Politik

08:35 WIB | Wednesday, 27-December-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar Tani  - Langkah Pertanian di Tahun Politik

 

Tak lama lagi tahun 2017 akan berakhir.  Di tahun 2018, banyak orang berharap menjadi tahun keberuntungan dan menuai sukses. Harapan itu tak terkecuali dengan pembangunan pertanian.

 

Bagi bangsa Indonesia, tahun 2018 adalah tahun politik. Tahun 2018 menjadi saat persiapan menghadapi hajatan besar politik yakni Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Karena itu, kebijakan pemerintah akan sangat mempengaruhi dalam pergulatan politik yang akan terjadi di tahun 2019.

 

Begitu juga kebijakan di sektor pertanian. Meski berbagai program telah diluncurkan, tapi masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus pemerintah selesaikan di tahun depan. Namun dalam tiga tahun (2015-2017) Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, banyak perubahan dalam pembangunan pertanian. 

 

Lepas dari Impor

Salah satu mimpi yang ingin digapai Kementerian Pertanian adalah melepaskan diri dari bahan pangan impor.  Menurut Amran Sulaiman, melepas impor adalah keinginan besar yang sejak lama menjadi angan-angan pemerintah dan masyarakat. Namun menggapai mimpi itu tak semudah membalik telapak tangan. 

Untuk menggapai mimpi itu, sejak Oktober 2014, Kementerian Pertanian menetapkan program prioritas dengan target swasembada. Yakni, padi, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging dan gula. Implementasi program swasembada tersebut, dicanangkan Upaya Khusus (Upsus) melalui peningkatan produksi dengan tiga komoditi pangan utama yang menjadi target awal yaitu  padi, jagung dan kedelai (Pajale). Lalu, diikuti bawang merah dan cabai.

Untuk mencapai target-target tersebut, program konkret yang telah dilakukan. Pertama, Kementerian Pertanian merevisi regulasi Perpres Nomor 172 Tahun 2014 tentang pengadaan benih dan pupuk dari Lelang menjadi Penunjukan Langsung. Kedua, refocusing anggaran tahun 2015 hingga 2017 sebanyak Rp 12,3 triliun. 

Ketiga, bantuan benih 7 juta ha untuk petani harus diluar lokasi eksisting. Keempat, perluasan dan optimasi lahan sawah 1,08 juta ha. Kelima, perbaikan jaringan irigasi tersier 3,4 juta ha dan pembangunan 2.278 unit embung/dam parit/ long storage. 

Keenam, modernisasi pertanian melalui mekanisasi dengan bantuan alsintan 284.436 unit naik dari 2014 sebesar 12.501 unit. Pemerintah juga menggelontorkan bantuan benih untuk 12,1 juta ha dan bantuan pupuk bersubsidi 27,64 juta ton. Tercatat juga program asuransi usaha tani padi untuk luasan 1,2 juta ha dan asuransi usaha ternak sapi sebanyak 120.000 ekor. Kemudian ketujuh, pengendalian harga, distribusi, impor dan mendorong ekspor.

Dengan kebijakan tersebut, alhasil produksi pangan meningkat. Data BPS, produksi padi 2017 sebesar 81,5 juta ton. Begitu juga produksi jagung mencapai 26 juta ton. Dengan keberhasilan peningkatan produksi padi, bangsa Indonesia sejak tahun 2016 telah lepas dari impor. 

Bahkan kini komoditas beras  sudah  mampu menerobos pasar mancanegara. Februari 2017 lalu, beras premium diekspor dari Kabupaten Merauke ke Papua Nugini. Karena itu Amran berharap wilayah-wilayah yang berada di perbatasan lainnya juga bisa memenuhi pangan negara tetangga. 

Tahun ini menyusul komoditas jagung. “Komoditas  jagung yang dahulu setiap tahun harus diimpor  hingga 3,5 juta  ton senilai Rp 12 triliun mulai tahun 2017 tak lagi ada impor, bahkan sudah ada ekspor  ke negara Filipina,” kata Amran. Bahkan dengan Upsus Pajale terlihat euphoria bertanam jagung  di berbagai tempat. Misalnya, di Gunung Kidul dan Jeneponto, saking semangatnya lahan di sela kuburan digarap untuk budidaya jagung.

Target besar lain yang ingin dicapai tahun-tahun mendatang adalah menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia.  “Masih ada mimpi besar kami yang harus dikejar yakni menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia di 2045. Kalau semua pihak terkait rajin dan mau bekerja keras saya yakin mimpi besar itu akan bisa kita raih,” tegas  Amran. 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162