Loading...

Loyalitas Orang Beriman

10:47 WIB | Tuesday, 18-October-2016 | Agri Wacana, Siraman Rohani | Penulis : Kontributor

Oleh: Syamsu Hilal

 

Bukti keimanan seseorang adalah adanya amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Sebab iman bukan sekadar pengakuan kosong (lip service), tanpa mampu memberikan pengaruh dalam kehidupan seorang Mukmin. Seorang Mukmin juga harus selalu loyal dan memberikan wala’-nya kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia harus mencintai dan mengikuti apa-apa yang diperintahkan dan menjauhi seluruh perbuatan yang dilarang.

 

Salah satu perintah Allah Swt. yang saat ini ramai diperbincangkan dan menjadi polemik di kalangan umat Islam sendiri adalah larangan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang kafir. Sebagian umat Islam yang memiliki loyalitas kuat kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya menaati larangan tersebut. Mereka tetap menolak pemimpin yang tidak seakidah.

 

Sedangkan sebagian orang yang mengaku beragama Islam membolehkan mengangkat pemimpin dari kalangan non-muslim dengan alasan “yang penting jujur dan tidak korupsi”. Alasan ini sebetulnya sangat lemah, sebab orang-orang kafir adalah mereka yang menutupi hatinya dari agama Allah. Sehingga dapat dikatakan mana mungkin orang kafir mampu bersikap jujur kepada manusia, sementara mereka tidak jujur kepada Allah.

 

Selain itu, pemimpin kafir tidak mungkin memperjuangkan kepentingan-kepentingan umat Islam, bahkan sebaliknya mereka akan menghalangi dakwah Islam sebagaimana firman Allah Swt.

 

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka, janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah…” (QS An-Nisaa` [4]: 89). “Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah…” (QS Al-Anfal [8]: 36).

 

Di sisi lain, seorang Mukmin tidak boleh memberikan loyalitas dan cintanya kepada orang-orang kafir dan musyrik yang memusuhi Islam. Oleh karenanya, di dalam beberapa ayat Al-Qur`an, Allah Swt. mengingatkan orang-orang beriman tentang hal ini.

 

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim (QS Al-Maidah [5]: 51).

 

Hanya orang-orang beriman yang mampu memenuhi aspirasi umat Islam di bawah bimbingan petunjuk Allah Swt. “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)” (QS Al-Ma`idah [5]: 55). Wallahu a’lam bish shawab.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162